Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung menilai wacana perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo lewat penundaan Pemilu sengaja digaungkan kembali untuk 'cek ombak' atau menguji opini publik. Seperti yang disampaikan oleh tokoh politik sekaligus kepala lembaga negara seperti Ketua MPR RI Babang Soesatyo dan Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti.
Hal itu disampaikan Rocky saat membahas tulisan Desmond J Mahesa yang berjudul "Gelagat Penundaan Pemilu Kembali Mengemuka, Pertanda Apa?"
Mulanya Rocky mengutarakan jika para elit politik kekinian sangat oportunis. Tulisan yang dibuat Desmond seolah menjadi sinyal atau peringatan dini dari 'orang dalam' terkait potensi penundaan pemilu yang berujung perpanjangan masa jabatan Jokowi.
"Saya mengenal Desmond ini sebagai teman. Meski orang partai, tampaknya ia tahu apa yang jadi permainan 'dalam' (penguasa). Itu muncul tulisan soal potensi perpanjangan pemilu," ujar Rocky di kanal YouTube miliknya dikutip pada Rabu (14/12/2022).
Menurut dia, tulisan yang dibuat Desmon ialah peringatan dari 'orang dalam' atau kubu pihak yang berkuasa saat ini yang juga bisa diartikan sebagai kekhawatiran partai Gerindra, jika Prabowo juga dihadang dengan agenda penundaan pemilu tersebut.
"Menyebutkan ada lima skenario sekaligus dampak buruk yang ditimbulkan jika perpanjangan pemilu. Salah saatunya, Rakyat bisa anarkis, muncul pemerintahan diktator. Tampaknya Desmon sejak awal mengingatkan, ada upaya memperpanjang masa jabatan atau menunda pemilu," beber Rocky.
Ia menilai, Prabowo juga khawatir meski Erick Thohir dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sudah pasang badan bersiap menjadi wakilnya di Pemilu 2024.
"Tulisan Desmon ini semacam pre-tes untuk dibaca Prabowo atau mungkin menggambarkan kekhawatiran Prabowo," imbuhnya.
Rocky berpendapat bahwa Jokowi dengan mudah untuk memperpanjang masa jabatan menjadi tiga periode.
Baca Juga: Heboh Kaesang Pangarep Pakai Baju Bergambar Puan Maharani Orasi, Gibran: Mungkin Dia Tim Suksesnya
"Saya menduga, ia (Desmon) tau apa yang akan terjadi. Tukar tambah dari istana dan oligarki. Dan tawar menawar dengan oligarki. Kasak kusuk itu dibawa ke publik sehingga jadi orkestra," ujarnya.
"Yang berlangsung saat ini, yakni upaya membaca opini publik," sambung Rocky.
Biaya Tunda Pemilu
Rocky pun menjabarkan sangat mudah oligarki dan istana membuat amandemen Undang-Undang Dasar 1945 untuk melakukan perpanjangan masa jabatan Presiden. Cukup sediakan dana sekitar Rp3-4 triliun saja untuk perpanjangan masa jabatan Jokowi dengan persetujuan legislatif.
Rocky membongkar hitungan-hitungan skenario istana dan oligarki. Untuk amandeman DPR setidaknya 1/3 anggota mengusulkan sidang, lalu sidang harus dihadiri 2/3 anggota. Keputusan Amandeman harus disetujui 50 persen plus satu.
"Anggota DPR 700-an, lalu harus setuju amandamen butuh sekitar 350 hingga 400 anggota. Jika satu suara anggota dinilai Rp1 miliar, maka dikalikan. Jika dikalikan 10 juga tetap sekitar Rp4 triliun. Sehingga cukup dengan Rp3 triliun, Jokowi bisa menunda pemilu 2024," beber Rocky Gerung.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap
-
KUHAP Baru Berlaku Besok, YLBHI Sebut Indonesia Darurat Hukum