Suara.com - Politikus Rian Ernest memberi pernyataan mengejutkan dengan memutuskan mundur dari Partai Solidaritas Indonesia. Dia memilih hengkang dari partai yang diketuai Giring Ganesha.
Pernyatan Rian Ernest mundur dari PSI tertuang dalam video berdurasi 2 menit 16 detik yang diunggah di akun facebook pribadinya, Kamis (15/12/2022).
Jabatan terakhir Rian Ernest adalah Direktur LBH PSI.
Berikut pernyataan lengkap Rian Ernest:
Para saudara dan sahabat, pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih atas semua dukungan kritik maupun saran yang diberikan kepada saya selama perjalanan politik saya, selama perjalan politik saya selama 4 tahun ke belakang.
Khususnya saya mau mengucapkan terima aksih pada Partai Solidaritas Indonesia, yang telah menjadi rumah yang begitu hangat dan nyaman selama 4 tahun ini.
Namun kini saatnya saya mengambil keputusan yang berat tapi perlu saya lakukan. Melalui video ini saya menyatakan pengunduran diri saya dari Partai Solidaritas Indonesia.
Meski berat saya meyakini inilah keputusan yang benar demi langkah politik saya ke depanya.
Saya berterima kasih kepada sahabat, saudara, mentor danrekan seperjuangan saya di PSI. Bung Jefry Geofani, Bro Giring Ghanesia, sis Grace Natalie, bung Raja Antoni dan seluruh rekan-rekan di DPP PSI dan rekan-rekan di daerah PSI, dan juga para teman-teman saya di lembaga bantuan hukum PSI.
Baca Juga: Sebut Mundur dari PSI Keputusan yang Benar, Rian Ernest: Saya Akan Tetap di Jalur Politik
Semoga para saudara sekalian terus mendukung dan mengawasi, memberi masukan pada saya Rian Ernest kemana pun langkah saya selanjutnya, khususnya kepada para sahabat pemilihan DPR Jakarta Timur 2019 lalu dan gerakan batam baru 2020.
Meski mundur dari PSI tapi perjuangan saya menyuarakan aspirasi, merumuskan kebijakan, dan mencerdaskan rakyat tidak berhenti.
Negara besar berpotensi luar biasa seperi Indonesia perlu cara-cara politik yang lebih baik. Maka itu saya Rian Ernest akan tetap di jalur politik.
Dan saya akan terus tetap membutuhkan bantuan anda untuk menjadi politisi yang lebih baik dan bermanfaat untuk rakayt. Akhir kata bro dan sis sekalian, Rian Ernest pamit. Terima Kasih.
Berita Terkait
-
Sebut Mundur dari PSI Keputusan yang Benar, Rian Ernest: Saya Akan Tetap di Jalur Politik
-
Giliran Rian Ernest Mundur dari PSI, Ada Apa?
-
Ditinggal Sejumlah Petinggi, Ade Armando Bela PSI: Pada Akhirnya Yang Bertahan Adalah Yang Pintar Dan Berintegritas
-
Sejumlah Pentolan PSI Membelot ke Kubu Anies Baswedan, Ade Armando: Pindah Karena Cuan
-
PSI Dukung Slogan Baru Jakarta: Slogan Buatan Anies Sering Diartikan Sulit Keuangan
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI
-
Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat
-
Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi
-
ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan
-
Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut
-
Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam
-
Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim
-
Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi
-
Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup
-
Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar