Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dinilai layak untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2024.
Mantan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany Alatas di Jakarta, Senin (19/12/2022), mengatakan bahwa Erick Thohir merupakan talenta terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini, bahkan kepemimpinannya sukses membawa dampak positif bagi masyarakat.
"Beliau orang terbaik yang bisa dimiliki oleh Presiden, siapa pun nanti presidennya. Jadi, sempurna banget gitu," kata Tsamara Amany dalam keterangan tertulisnya.
Tercatat di bawah kepemimpinan Erick Thohir, BUMN berhasil memperoleh kenaikan laba signifikan. Pada tahun 2021, laba BUMN berhasil menyentuh angka Rp124,7 triliun naik 838,2 persen dibandingkan 2020 sebesar Rp13,3 triliun.
Jika melihat secara konsolidasi, pendapatan BUMN pada tahun 2021 juga mengalami penaikan signifikan. Naik menjadi Rp2.292,5 triliun atau tumbuh 18,8 persen jika dibandingkan dengan data pada tahun 2020.
Oleh karena itu, dia menilai Erick Thohir merupakan sosok yang pas untuk masuk dalam bursa cawapres untuk pilpres mendatang.
Menurut Tsamara, Erick Thohir cocok disandingkan dengan figur calon presiden (capres) mana pun.
"Secara objektif kalau kita mau jujur, Pak Erick Thohir ini orang yang cocok jadi nomor dua," tutur Tsamara.
Hal demikian, kata dia, lantaran Erick Thohir sukses mewujudkan gaya kepemimpinan yang efektif, yakni sebuah kepemimpinan yang menitikberatkan pada hasil pencapaian terhadap masyarakat.
Situasi tersebut, lanjut Tsamara, telah dilihatnya, bahkan sebelum Erick Thohir didapuk memimpin Kementerian BUMN. Jauh sebelum itu, rekam jejak mentereng Erick Thohir menunjukkan hasil kerja nyata dan peran besarnya selama ini.
"Kita bisa melihat dari gesture dan cara kerja beliau, dari dahulu zaman TKN, beliau orang yang cocok jadi support system," ucapnya. (Sumber: Antara)
Berita Terkait
-
Menpora dan Erick Thohir Temui Presiden FIFA di Qatar, Bahas Piala Dunia U-20 2023 Indonesia
-
Ini Pesan Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk BRI yang Berulang Tahun ke 127
-
Tebakan Erick Thohir soal Jalannya Pertandingan Argentina vs Prancis Kok Bisa Pas?
-
Erick Thohir Bawa Misi Khusus ke Qatar, Sekalian Nonton Final
-
Bukan Hanya Perindo, Rian Ernest Sebut Dihubungi Beberapa Partai usai Menyatakan Mundur dari PSI
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS
-
Komisi III DPR Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir