Masih melansir The Indian Express, lokasi berdirinya Obelisk sebelumnya sempat digunakan untuk mendirikan sebuah gereja dengan nama San Nicolas. Gereja ini yang menjadi lokasi pertama kalinya bendera Argentina dikibarkan pada tahun 1812.
Pembangunannya Sempat Ditentang
Bangunan yang berdiri megah di Buenos Aires ini juga kerap kali ditentang oleh sejumlah pihak. Di antaranya, keputusan pembongkaran Obelisk oleh otoritas Kota Buenos Aires. Di mana bangunan itu baru diresmikan tiga tahun lalu.
Namun akhirnya keputusan pembongkaran Obelisk batal dilakukan setelah adanya intervensi dari Walikota Buenos Aires. Ia kala itu menggunakan hak vetonya untuk membatalkan keputusan tersebut.
Bangunan ini pun sempat menjadi korban dari berbagai serangan vandalisme. Hal ini membuat adanya penambahan pagar di sekitar monumen tersebut pada tahun 1987.
Sering Dipakai untuk Perkumpulan
Sebagai ikon Buenos Aires, Obelisk sering dipakai sebagai tempat perkumpulan untuk berbagai kegiatan. Mulai dari perayaan olahraga hingga demonstrasi politik.
Contoh, pada 1978 ketika Argentina pertama kali memenangkan Piala Dunia. Saat itu, masyarakat menonton laga di bioskop dan berkumpul di Obelisk untuk merayakan kemenangan timnas mereka
Tahun ini, Argentina kembali melakukan hal yang sama di Obelisk. Sebab, timnas mereka yang dipimpin Lionel Messi berhasil meraih tropi Piala Dunia Qatar usai menaklukan Prancis, pada Minggu (18/12/2022).
Baca Juga: Kembali Juara Piala Dunia, Ini 4 Alasan Tim Amerika Selatan Jago Sepakbola
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Video Detik-detik Ratusan Suporter Non Muslim Peluk Islam Saat Piala Dunia 2022 di Qatar, Faktanya Bikin Geleng-geleng Kepala!
-
FFF Akan Buru Pelaku Rasisme kepada Pemain Timnas Prancis yang Berkulit Hitam
-
Pesan Mbappe, Setelah Telan Kekalahan dari Argentina di Piala Dunia 2022
-
Ealah! Nobar Final Piala Dunia Ini Gaduh Bukan Karena Gol, Tapi Ada Kakek-Nenek Bakar Diri
-
Mengenal Tradisi Batobo di Maluku Usai Perhelatan Piala Dunia, Ceburkan Diri ke Laut karena Tim Kalah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!