Suara.com - Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta menggelar diskusi publik Laporan Kerja Politik Tahun 2022 di ruang fraksi, Rabu (28/12/2022). Namun, partai lambang banteng ini enggan membahas soal kinerja eks Gubernur DKI Anies Baswedan yang lengser pada 16 Oktober 2022 lalu.
Ketua Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan pihaknya sudah mengadakan Refleksi Lima Tahun Kepemimpinan Anies pada Oktober lalu. Karena itu, ia hanya ingin fokus berdiskusi soal kinerja Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono.
"Kami sudah melakukan evaluasi secara menyeluruh selama lima tahun, dan diakhir masa jabatan Pak Anies. Maka hari ini saya hanya mengulas sedikit soal evaluasi di akhir masa jabatan," ujar Gembong di lokasi, Rabu (28/12/2022).
"Maka, kami teruskan (diskusi publik) pada transisi kepemimpinan DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Pak Heru Budi Hartono," kata Gembong menambahkan.
Gembong menuturkan salah satu fokus yang perlu dikerjakan oleh Heru adalah mengenai persoalan banjir yang sudah menjadi masalah pokok ibu kota. Apalagi, sekarang Pemprov DKI juga harus memikirkan cara mengatasi banjir rob di kawasan pesisir.
Karena itu, pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall harus dipercepat untuk mengatasi masalah banjir rob.
"Tangggul itu enggak mungkin dalam tiga bulan atau setahun bisa selesai. Tapi, mau tidak mau, ini harus dikerjakan. Pak Heru harus fokus untuk mengeksekusi pembangunan tanggul," tuturnya.
Selain itu, Gembong juga meminta Heru mengebut program normalisasi Kali Ciliwung. Pemprov DKI dalam proyek ini bertugas untuk melakukan pembebasan lahan warga yang tinggal di bantaran kali.
Dalam sekitar dua bulan bekerja, Gembong menyebut Heru sudah cukup baik dengan menggencarkan proyek sodetan Ciliwung.
"Artinya, ada keberanian Pak Pj untuk melakukan eksekusi terhadap pembangunan sodetan Kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur (BKT)," ucapnya.
"Kami mendorong tentunya kepada Pj Gubernur untuk fokus melakukan normalisasi. Mau tidak mau, kami harus melakukan normalisasi," tambahnya.
Sementara Sekretaris DPD PDIP DKI ini juga menyinggung soal penyaluran air bersih di Jakarta. Ia menyarankan Heru lewat Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya segera memperluas cakupan jaringan air bersih perpipaan di wilayah Jakarta.
"Air bersih itu cakupan air bersih itu baru 65,85 persen, ini bukan pekerjaan bimsalabim," tuturnya.
"Tetapi, harus dimulai agar jangkauan ketersediaan air bersih bisa terjangkau sampai seluruh pelosok ibu kota," pungkasnya.
Berita Terkait
-
NasDem Kena Serang dari Kanan-Kiri, Tujuannya Pengaruhi Partai agar Tarik Dukungan Nyapres Anies
-
Ada Foto Menkominfo di Tengah Isu Jokowi Reshuffle Kabinet, 'Menteri Dua Kaki Dipecat Saja!'
-
Kritik Pedas Fahri Hamzah Pada Anies Baswedan: Tarik Diri Lah, Jangan Sok Capres
-
NasDem Koar-Koar Anies Dizalimi, Demokrat Lagi Kena Sentil: Sejak Bergaul sama SBY Jadi Suka Play Victim
-
CEK FAKTA: Benarkah Andika Perkasa Nyatakan Siap Jadi Cawapres Anies?
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Luluk PKB: Penetapan Tersangka Gus Yaqut Harus jadi Momentum Reformasi Total Tata Kelola Haji
-
6 Fakta Kasus Yaqut Cholil Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji
-
Duplik Laras Disambut Tepuk Tangan, Kuasa Hukum: Tak Ada Mens Rea, Ini Kriminalisasi!
-
Ikut Jadi Tersangka, Ini Peran Vital Gus Alex di Skandal Korupsi Kuota Haji
-
Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Gus Yaqut Janji akan Kooperatif
-
Sebut KPK Agak Lambat, Luluk Nur PKB Tetap Apresiasi Penetapan Tersangka Eks Menag Yaqut
-
Kerugian Korupsi Haji Masih Misteri, BPK Sibuk Berhitung Usai Gus Yaqut dan Gus Alex Tersangka
-
Pasar Kerja Timpang, Belasan Juta Pekerja Dipaksa Terima Upah Murah
-
Modus Jemput Pakai Sepeda Mini, Pedagang Takoyaki di Kalideres Tega Cabuli Bocah di Bawah Umur
-
Jejak Mentereng Gus Alex: Orang Dekat Yaqut, dari PBNU Kini Tersangka Korupsi Haji Rp1 T