Sesampainya di kantor polisi, ketika melaporkan suaminya yang hilang, Datu mengaku tidak langsung dilayani oleh kepolisian.
Ia sempat menceritakan kronologi hilangnya hagai kepada salah satu anggota polisi, tapi malah ditertawakan oleh mereka.
"Jadi saya cerita mi kronologinya begini-begitu, ketawai itu bapak baru langsung napanggil temannya yang botak-botak bilang ini layani ini katanya suaminya hilang," ucap Datu.
"Terus datang (polisi berambut plontos) datang sambil ketawa bilang, Ah masa suaminya hilang, berapakah nomor registrernya," beber Datu.
Datu sempat menunggu beberapa saat di kantor polisi, berharap ia segera dilayani oleh kepolisian.namun ternyata harapannya tidak terwujud.ia kembali diolok-olok oleh oknum anggota polisi.
"Saya duduk lama menunggu tidak diladeni. Terus dia (oknum polisi) bilang, ah pulangji itu suami mu, perginaji nongkrong-nongkrong sama temannya," ungkap Datu.
Datu akhirnya pulang tanpa adanya laporan kehilangan. Hatinya hancur bercampur gelisah karena tak ada kabar dari suaminya.
Baru dilayani kepolisian setelah beberapa hari
Setelah beberapa hari suaminya tak kunjung pulang dan tak ada kabar, Datu kembali mendatangi kantor Polsek Biringkanaya. Ia berharap kini bisa membuat kaporan dan suaminya ditemukan.
Baca Juga: Kapal Perang Siap Bawa BBM dan Logistik ke Karimunjawa, Begini Kondisinya
Di kantor polisi, sambil menangis Datu kembali menceritakan kepada oknum polisi itu kalau suaminya hilang.
Lalu ia dipanggil oleh salah satu oknum polisi berinisial R. Ia menanyakan identitas Datu dan suaminya, lengkap dengan nomor ponsel yang bisa dihubungi.
Namun, polisi tersebut mencatat data-data itu ditempat yang tidak semestinya, yakni di belakang sebuah buku.
"Tapi masa dicatat di belakang buku, berarti tidak resmi, dicatat-catat mungkin hanya untuk buat hati saya senang," ungkap Datu.
Kapolsek Biringkanaya minta maaf
Mengetahui perlakuan anggotanya pada Datu, Kapolsek Biringkanaya Kompol Andi Alimuddin akhirnya meminta maaf.
Andi mengakui bahwa anggotanya memang sempat melontarkan kalimat candaan, yakni agar Datu mengganti suaminya yang hilang.
"Saya sudah ketemu dan minta maaf kalau ada kata-kata anggota saya kurang pas saat bercanda, tidak melihat kondisinya," ujar Andi.
Permintaan maaf kapolsek Biringkanaya itupun dibenarkan oleh Datu. Menurut dia, kapolsek dan sejumlah anggota polisi lainnya telah mendatanginya untuk meminta maaf.
Datu ternyata ketahuan berbohong
Setelah Kapolsek Biringkanaya minta maaf, kepolisian langsung memproses laporan Datu mengenai suaminya yang hilang.
Polisi akhirnya menemukan Hagai di rumah keluarganya di Perumnas Antang Blok 10, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Polisi lalu membawa Hagai dan Datu ke Posko Resmob Polda Sulsel untuk dimintai keterangan.
Di sinilah satu persatu kebohongan Datu mulai terungkap. Pada hari interogasi, diketahui bahwa keduanya bukan pasangan suami istri.
Mereka hanya sepasang kekasih yang telah tinggal satu atap selama setahun di sebuah rumah kos. Tak hanya itu, Datu dan Hagai juga diduga telah memalsukan sejumlah dokumen untuk menyatakan keduanya berstatus suami istri.
Dokumen yang diduga dipalsukan Datu dan Hagai yakni mulai dari buku nikah, Kartu Keluarga hingga Kartu Tanda Penduduk.
"Saya menyatakan laporan yang saya buat di Polsek Biringkanaya tidak benar. Saya dan HG bukan merupakan suami istri dan hanya pacaran," kata Datu, dalam video yang dibagikan polisi kepada awak media.
Akibat perbuatannya itu, kini Datu harus bertanggung jawab di muka hukum.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Kasus Perempuan Lapor Suami Hilang di Makassar Terbongkar, Dokumen Nikah Palsu
-
Suami Dilaporkan Hilang Ditemukan, Polisi Makassar Diduga Kena Prank
-
Pria di Makassar Hilang Mendadak, Istri Lapor Malah Ditertawakan Polisi
-
Ingin Melihat Kembang Api, Ratusan Warga Depok Malah Kena Prank
-
Ratusan Warga Depok Kena Prank, Nungguin Kembang Api di Depan Margo City, Ternyata Nggak Ada Apa-Apa
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?