Suara.com - Ferdy Sambo tak kuasa menjawab pertanyaan soal anak-anaknya yang dilontarkan oleh pengacaranya sendiri, Rasamala Aritonang, saat sidang perkara pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat.
Rasamala awalnya bertanya mengenai berapa lama Sambo menikah dengan Putri Candrawathi.
"Saya ingin ke belakang kaitan dengan hubungan Saudara dengan Ibu PC. Saudara sudah berapa lama menikah dengan Putri?" tanya Rasamala di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2022).
"Sudah 22 tahun," jawab Sambo.
Kemudian, Rasamala mempertanyakan Sambo dan Putri memiliki berapa orang anak usai menikah selama 22 tahun itu.
"Saat ini saudara setelah pernikahan dikaruniai oleh putra-putri bisa disebutkan sedikit?" tanya Rasamala.
"Ada empat orang," jawab Sambo.
"Berapa putra berapa putri?" tanya Rasamala.
"Dua putra, dua putri," jawab Sambo.
Baca Juga: Anehnya Ferdy Sambo, Suruh Richard Tembak Yosua Saat di Saguling, Berubah Jadi Hajar di Duren Tiga
"Paling kecil umur berapa?" tanya Rasalama.
"1,5 tahun," jawab Sambo.
Lebih lanjut, Rasamala lalu bertanya mengenai siapa yang mengurus anak-anak tersebut, sementara Sambo dan Putri harus ditahan sebab duduk sebagai terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua. Pada momen ini, Sambo tampak seolah seperti menahan tangisan.
"Saudara bisa jelaskan sekarang kan sementara waktu saudara terdakwa Ibu Putri tidak bisa di rumah, siapa yang urus anak-anak?" tanya Rasamala.
"Saudara bisa jawab?" tanya Rasamala.
"Saya tidak kuat," jawab Sambo.
"Oke saya skip," kata Rasalama.
Sebagai informasi, Ferdy Sambo diperiksa sebagai terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat pada Selasa (10/1/2023) hari ini. Dia didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat.
Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan Richard Eliezer, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma'ruf. Sambo Cs diadili dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!