Suara.com - Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso mempertanyakan kapan timbul niat terdakwa Ferdy Sambo untuk menghabisi nyawa Brigadir J.
Mulanya, hakim bertanya soal sikap dan tindakan Sambo terkait dugaan pelecehan seksual yang menimpa istrinya, Putri Candrawathi.
Hakim tampak heran karena Sambo seakan tak mendahulukan kesehatan maupun keselamatan Putri, karena tidak mengajak istrinya untuk memeriksakan diri terlebih dahulu usai bercerita diperkosa.
"Saat saudara mendapatkan laporan atau cerita dari istri saudara tentang tadi sampaikan bahwa ada pelecehan seksual, bahkan lebih daripada yang pelecehan seksual itu sendiri," kata hakim.
"Apakah saudara tidak bertanya atau paling tidak menyarankan 'ayo kita visum terlebih dahulu' atau paling nggak saudara selaku suami 'ayo kita ke dokter dulu untuk memeriksa' barangkali nanti ada sangkutannya, ada mohon maaf PMS atau yang lain-lain. Kenapa saudara tidak lakukan itu dulu?" tanya hakim.
Ferdy Sambo lalu menjawab bahwa tindakan tersebutlah yang dia sesali dan mengaku tidak berfikir logis saat itu.
"Itulah yang saya sesali yang mulia, saya tidak berfikir logis pada saat itu setelah mendengar pukulan berat yang diderita istri saya," ungkap Sambo.
Sambo lalu meminta maaf atas tindakannya tersebut menghabisi nyawa Brigadir J akibat dugaan pelecehan seksual, hingga akhirnya menjadi panjang seperti ini.
Hakim lalu menyinggung soal hasil laporan psikologi forensik, Sambo menyebut dirinya emosi karena latar belakangnya yakni 'Siri Na Pacce'.
Pernyataan itu pun diiyakan oleh Sambo. Lantas, hakim pun bertanya soal kapan munculnya niatan membunuh Brigadir J.
"Kapan mulai timbul niat untuk menghabisi korban?" tanya hakim.
Ferdy Sambo menjawab pertanyaan hakim, bahwa dia mengaku tak memiliki niat untuk membunuh Brigadir J saat itu.
Jenderal bintang dua itu hanya mengaku terpukul mendengar cerita kekerasan seksual yang dialami istrinya itu, Sambo bahkan menyebut dirinya tak berfikiran untuk membunuh Yosua.
"Saat itu saya belum berniat untuk menghabisi korban dan tidak ada dalam pemikiran saya waktu itu. Saya cuma mendengar istri saya ini saya terpukul sekali Yang Mulia," ungkap mantan Kadiv Propam itu.
Kala itu, Ferdy Sambo mengungkapkan bahwa dia tidak tahu akan melakukan apa.
Berita Terkait
-
Ngaku Tak Bohongi Hakim soal Cerita Putri Diperkosa Yosua, Sambo: Saya Pertaruhkan Pangkat dan Jabatan Demi Istri
-
Suara Ferdy Sambo Bergetar, Klaim Tidak Mungkin Karang Cerita soal Putri Candrawathi Diperkosa
-
Muak Dicap Pembohong, Hakim Malah Ketawa Ngakak Dengar Curhatan Kuat Maruf
-
Curhatan Sambo di Sidang, Ungkap Cerita Adzan Romer Diancam Ikut Ditersangkakan
-
Ini yang Bikin Merinding! Percakapan Ferdy Sambo dan Bharada E Dikorek Habis-habisan di Pengadilan, FS: Nanti Kamu yang Bunuh Yosua ya
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
-
Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia
-
Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini
-
Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja
-
Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini