Atas dasar itu, adik Ahmad langsung menunggu kedatangan kakaknya pintu kedatangan bandara. Namun, sang adik tidak dapat menemukan Ahmad.
Ia lantas berupaya mengonfirmasi soal sang kakak ke pihak Angkasa Pura. Hasil yang ia dapatkan ialah Ahmad tidak ada di daftar penumpang pesawat.
4. Enam Hari Hilang
Bisa dikatakan, Ahmad sudah enam hari hilang terhitung dari pesan terakhir yang ia sampaikan kepada istrinya. Pihak kampus UII Yogyakarta berupaya untuk menghubungi banyak pihak untuk membantu melakukan pencarian.
Pihak UII telah menyampaikan kabar kehilangan tersebut kepada KBRI di Norwegia dan Turki. Turkish Airline di Oslo juga sudah dihubungi untuk memastikan bahwa Ahmad sudah naik pesawat.
Pihak keluarga Ahmad telah melaporkan ke kepolisian secara resmi.
5. Sempat Terdeteksi di Turki
Pihak UII dan juga keluarga kesulitan untuk menemukan informasi pendukung pencarian Ahmad. Mereka pun tidak mengetahui nomor referensi pemesanan tiket.
Mereka sempat melakukan pelacakan melalui pemindaian aktivitas daring. Dari situ, Ahmad sempat terdeteksi berada di Turki pada 13 Februari sekitar pukul 03.00 dan 08.00 waktu setempat.
Baca Juga: Dosen UII Hilang di Norwegia, Mabes Polri Mulai Lakukan Pelacakan
"Setelah itu, tidak ada jejak daring yang dapat dilacak," ucapnya.
Sejauh ini, pihak UII masih menunggu informasi dari kantor Turkish Airline di Jakarta untuk membantu memastikan kota persinggahan Ahmad.
Bagi pihak yang memiliki informasi terkait keberadaan Ahmad, bisa menghubungi nomor Whatsapp Humas UII 0821 3173 7773.
Berita Terkait
-
Kronologi Hilangnya Dosen UII Ahmad Munasir Rafie Pratama: Kontak Terakhir di Oslo, Sempat Terdeteksi di Turki
-
Rekam Jejak Ahmad Munasir Rafie, Dosen UII yang Hilang di Norwegia
-
Dikabarkan Hilang, Aktivitas Daring Dosen UII Yogyakarta Sempat Terdeteksi di Turki!
-
Dosen UII Yogyakarta Hilang di Norwegia, Begini Kronologinya
-
Pakai Jalur Penerbangan Istanbul, KJRI Ikut Mencari Keberadaan Dosen UII yang Hilang di Norwegia
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto