Suara.com - Front Perjuangan Pemuda Indonesia atau FPPI menyatakan komitmen mereka terhadap peran pemuda dalam menghadapi polarisasi politik serta pengawalan terhadap kedaulatan rakyat.
Komitmen itu dipertegas dalam Kongres ke-VII, seriring terpilihnya Sri Wijaya menjadi Pimpinan Nasional FPPO periode 2023-2026.
Sari mengatakan sebagai organisasi yang berasal dari simpul-simpul gerakan mahasiswa dan pemuda, FPPI senantiasa berupaya mempelopori gerakan masyarakat yang haknya terpinggirkan.
“Dulu, kawan-kawan bergerak melawan kezaliman Orde Baru, pemerintahan yang represif. Kini, komitmen itu tetap sama, yakni terus melakukan perubahan Indonesia yang lebih baik, demokratis dan berkeadilan,” kata Sari dalam keterangannya, Senin (27/2/2023).
Tetapi di lain sisi, Sari menyadari bahwa tantangan zaman telah berubah. Ia menyampaikan ada banyak isu dan tantangan lain, baik secara internal maupun eksternal.
"Eranya tidak serepresif dulu, tetapi ada banyak problem kebangsaan yang belum tuntas, mulai dari isu konflik lahan, nasib petani, buruh, isu toleransi, hingga yang strategis seperti pendidikan masih menemukan banyak problem,” kata Sari.
Sari lantas menyoroti masa depan Indonesia di tengah era globalisasi dan terkonsentrasinya kapital serta persaingan geopolitik antarnegara maju yang selalu mengorbankan posisi negara berkembang, seperti Indonesia.
“Konsekuensi nyatanya banyak dihadapi masyarakat kita, di daerah semakin banyak korban tambang. Di kota-kota angka pengangguran semakin meningkat di tengah penetrasi digital tanpa bekal memadai,” kata Sari.
Segala permasalahan yang diuraikan Sari itu yang juga dirangkum di dalam Kongres ke-VII. Sari berujar tema kongres, yakni “Meneguhkan Identitas Pemuda dalam Bingkai Nasional Demokrasi Kerakyatan", memang sengaja diusung.
Baca Juga: Jokowi Sepakat Menteri Rangkap Jabatan, Dianggap Bangkitkan Kembali Orde Baru
"Karena kita punya tujuan bersama soal negara ini. Apalagi ke depan pada 2024, Indonesia akan menyongsong Pemilu. Kita mau mendorong kawan-kawan di gerakan juga punya ruang politik," kata Sari.
Sari mengatakan akan mulai memetakan kader-kader FPPI yang ada di sektornya masing-masing. Setelahnya bersama-sama menyusun platform perjuangan yang menyeluruh bagi seluruh kader.
Untuk informasi, Kongres ke-VII FPPI turut dihadiri perwakilan dari berbagai kota. Kongres juga semarak lantaran ada kehadiran Gus Mufawiq dan penampilan dari Mike Marjinal.
Sementara itu, Ketua PBNU Savic Ali yang turut hadir, menilai kongres FPPI ini sangat penting sebagai salah satu ikhtiar menghadirkan perubahan.
“Kongres ini sebgai bagian dari mekanisme organisasi dan regnerasi. Saya senang kongres ini bisa berlangsung,” kata Savic yang pernah menjabat Sekjend FPPI pada Kongres ke-II pada 2001.
Savic melihat bagaimana di era yang terpolarisasi ini menjadi tantangan tersendiri untuk organisasi. Namun, baginya juga terdapat celah di mana masyarakat sekarang lebih peduli dengan isu demokrasi.
“Saya melihat masyakat sekarang lebih peduli dengan isu demokrasi. Itu bisa menjadi kesempatan,” kata Savic.
Savic memberikan pesan untuk organisasi gerakan agar lebih mengadopsi penggunaan teknologi. Hal ini dimaksudkan supaya kinerja organisasi dapat terukur dengan baik.
Terakhir, Savic berharap agsr FPPI tetap progresif. Terlebih lagi, FPPI diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang mumpuni secara sosial dan politik di masa depan.
“Zaman Orde Baru FPPI hadir sebagai tenaga pendobrak. Sekarang di zaman yang penuh keterbukaan, saya berharap FPPI mampu meliharkan pemimpin yang secara sosial-politik mumpuni di masa depan,” tandas Savic.
Berita Terkait
-
Ups! Ulama NU Mengusulkan Megawati Supaya Mengadakan Pengajian Rutin Ibu-ibu
-
Megawati Heran dengan Ibu-Ibu yang Suka Pengajian, Nasrulloh: Pengajian Bukan Hanya Mengatur Masalah Sholat
-
Harus Tahu! Ini 6 Perbedaan Pemilu Sistem Proporsional Terbuka dan Tertutup
-
Alami Kisah Misterius di Jaman Orba, Begini Sisi Kelam Petrus
-
Jokowi Sepakat Menteri Rangkap Jabatan, Dianggap Bangkitkan Kembali Orde Baru
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Film Tunggu Aku Sukses Nanti dan Ukuran Kesuksesan yang Kapitalistik
-
Gebrakan Rp350 Miliar Mentan Amran untuk Hijaukan Lampung
-
Di Hadapan Ekonom, Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Pajak Tahun Depan
-
Jelang Demo, Akses Gatot Subroto ke DPR Ditutup
-
Ciri-ciri Sepatu Lari Sudah Mati Busanya dan Harus Segera Diganti, Jangan Tunggu Rusak
-
Pesan Sakral Kiai Sepuh Jelang Muktamar Ke-35 NU
-
Pemerintah Gandeng Swasta Akselerasi Ekosistem Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8%
-
Bakal Ada Demo, DPR Tetap Gelar Rapat Paripurna Hari Ini
-
Apakah Boleh Mencabut Uban? Ini Efek Samping yang Wajib Kamu Waspadai
-
Lahir di Akhir Agustus Zodiaknya Apa? Begini Sifat dan Karakternya Menurut Astrologi