Suara.com - Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu mengecam masih banyaknya media daring atau online yang menampilkan iklan bernuansa pornografi.
Ia menyebut masalah ini bisa berakibat buruk bagi generasi muda yang membuka iklan tersebut.
Menurut Ninik, banyak pihak, khususnya perusahaan media online yang masih mengabaikan keberadaan iklan bernuansa pornografi.
Padahal, kata Ninik, jumlah iklan bernuansa pornografi tersebut semakin bertambah banyak.
"Banjir iklan bernuansa pornografi, merendahkan martabat kemanusiaan, yang jelas-jelas dilarang. Propagandanya melalui media-media, baik cetak maupun media digital, dan ini semakin marak," kata Ninik dalam konferensi pers virtual, Jumat (3/3/2023).
Karena itu, ia meminta agar masyarakat segera melapor ke Dewan Pers apabila menemukan ada media online memasang iklan berbau pornografi.
Nantiny, sebagai tindak lanjut, Ninik memastikan laporan masyarakat terebut bakal diteruskan ke perusahaan media bersangkutan.
"Kami berharap betul teman-teman media, bila mengetahui hal ini, tidak ragu-ragu melaporkan," kata Ninik lagi.
Bersamaan dengan itu, ia juga akan memburu langsung laman-laman media online yang tak patuh.
Baca Juga: Belum Ada Mekanisme Menangani Kekerasan Terhadap Jurnalis, Dewan Pers: Ini PR Bersama
Menurutnya, penayangan iklan berbau pornografi tak sesuai Pasal 13 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Kebebasan Pers.
"Selain menunggu laporan, kami juga akan memanggil media-media yang masih menyediakan ruang untuk iklan-iklan bernuansa pornografi," kata dia.
"Jadi ini mohon seruan ini disampaikan tolong dicegah ya, karena ini dampaknya luar biasa terutama pada generasi muda."
Berita Terkait
-
Belum Ada Mekanisme Menangani Kekerasan Terhadap Jurnalis, Dewan Pers: Ini PR Bersama
-
Dewan Pers Serahkan Draf Perpres Publisher Rights ke Presiden Jokowi, Diharap Tak Melenceng dari UU Pers
-
Selegram Bengkulu Live Bugil di Instagram Demi Dapat Gift, Videonya Diburu Warganet, Awas Nyesel!
-
Di Depan Dewan Pers, Jokowi Tekankan Soal Kebebasan Pers yang Bertanggung Jawab
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Listrik Jawa Byar Pet, Bos PLN Minta Maaf Sebelum Menghadap Prabowo di Istana
-
Wamendagri Wiyagus Apresiasi Pengobatan Gratis dan Donor Darah oleh Pemprov Papua
-
Dor Dor! Penembakan Sadis di Sekolah SMA, 3 Siswa Tewas Mengenaskan di Filipina
-
Fokus Urus Perut Rakyat, AHY Ingatkan 2029 Masih Lama Saat Ditanya Isu Prabowo-Gibran 2 Periode
-
Disegel Kejagung, Nasib Ribuan Unit Motor Listrik MBG Menunggu Keputusan BGN
-
ITDC Dilaporkan ke KPK, Diduga Rugikan Negara Miliaran di Proyek Mandalika
-
Karangan Bunga Hitam Putih Dedi Mulyadi Jadi Sorotan di Balai Kota
-
Bos Blueray Cargo Dituntut 3 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Pejabat Bea Cukai
-
Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Kasus Roy SuryoDokter Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
-
Ancaman Donald Trump Dibalas, Iran Siapkan Angkatan Bersenjata di Garis Depan