Suara.com - Kepala Kantor Pajak Jakarta Timur Wahono Saputro direncanakan akan dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada minggu depan terkait klarifikasi harta kekayaannya dan kepemilikan saham dirinya dengan istri Rafael Alun Trisambodo.
"Istrinya (Rafael Alun) tercatat pemegang saham di dua perusahaan di Minahasa Utara. Perusahaan ini dua pemegang sahamnya selain istri RAT, ada lagi orang pajak juga. Namanya Wahono Saputro," kata Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan pada hari ini, Kamis (9/3/2023).
Ia menambahkan, KPK akan meminta Wahono untuk mengklarifikasi kekayaan dan harta yang ia laporkan melalui LHKPN dengan kisaran Rp14 miliar lantaran berkaitan dengan kepemilikan saham perusahaan.
KPK sebelumnya sudah memeriksa Wahono terkait korupsi hadiah untuk PNS dari Dirjen Pajak dalam masalah pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia yang menjerat eks Kasubdit Bukti Permulaan Penegakan Hukum Ditjen Pajak Handang Soekarno.
Selaku Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen dan Penyidikan Ditjen Pajak Khusus, Wahono dalam kasus ini dipanggil sebagai saksi.
Berdasarkan data yang dikutip dari laaporan LHKPN KPK, Wahono memiliki kekayaan total mencapai 14.312.289.438 atau Rp 14,3 miliar hingga 7 Februari 2022.
Berita Terkait
-
Kepala Bea Cukai Makassar Diduga Punya Rumah Mewah Harga Fantastis, Anaknya Suka Pamer di Medsos, KPK Turun Tangan
-
Viral Bak Pahlawan! Berawal dari Mario Dandy dan Agnes hingga Tercium Transaksi Rp300 T Kemenkeu
-
Jurus Rafael Alun Trisambodo Disebut Canggih, Denny Siregar Soroti Kinerja KPK: Masih Anak-anak Ternyata, Gampang Dibohongin
-
Efek Mario Dandy Merembet! Kini Sultan Bea Cukai Makassar Ikut Kena
-
Geng Rafael Alun di Dirjen Pajak Akan Diungkap dalam Waktu Dekat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar