Ketua Unum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama turut menolak kehadiran Timnas Israel. Dia menyebut penolakan itu adalah wujud dari tidak adanya pengakuan Indonesia akan eksistensi Israel sebagai sebuah negara karena telah menjajah Palestina.
8. Aqsa Working Grup
AWG mengatakan penolakan kedatangan Timnas Israel merupakan amanat konstituti yang anti penjajahan. Penolakan Timnas Israel itu disebut sebagai ujian bagi komitmen anti penjajahan bangsa Indonesia sesuai konstitusi.
9. KISDI
Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) menegaskan penolakannya terkait kedatangan Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia. Ketua KISDI HM Mursalin mengatakan dengan meluasnya penolakan Timnas Israel ke Indonesia adalah bukti keinginan masyarakat taat konstitusi.
10. Aliansi Solo Raya
Massa yang tergabung dalam Aliansi Solo Raya menolak kedatangan Timnas Israel pada ajang Piala Dunia U-20 yang mereka sampaikan pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Solo. Mereka meminta pemerintah Indonesia untuk tetap konsisten bahwa Indonesia memiliki konstitusi anti penjajahan yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.
11. Massa FPI, Alumni 212, GNPF
Massa FPI, Alumni 212, GNPF menggelar demo di Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta pada 20 Maret 2023 dengan membakar bendera Israel. Hal itu mereka lakukan sebagai bentuk penolakan timnas Israel untuk berlaga di Piala Dunia U-20 di Indonesia.
12. I Wayan Koster
Gubernur Bali I Wayan Koster menolak partisipasi Timnas Israel dalam ajang Piala Dunia U-20. Bahkan kader PDIP ini sampai mengirim surat pada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI untuk melarang timnas Israel main di Bali.
13. Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo menolak Timnas Israel untuk bertanding di Piala Dunia U-20 Indonesia. Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDIP ini menyatakan sikap penolakannya adalah wujud komitmen bersama dalam upaya kemerdekaan Palestina sesuai amanat Presiden Sukarno.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Minta Maaf Piala Dunia Batal Digelar di Indonesia, Netizen Ingin Gibran Maju di Pilpres: Ojo Ganjar, Rasudi Milih Aku!
-
Instagram Ganjar Pranowo Diserang Netizen usai FIFA Cabut Status Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023
-
Resmi Batal jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20, Bagaimana Nasib Timnas Indonesia?
-
Ungkapan Kecewa Hokky Caraka Indonesia Batal Jadi Host Piala Dunia U-20: Kita Latihan Mati-Matian!
-
Indonesia Batal Gelar Piala Dunia U-20 Imbas Tolak Israel, Reza Arap: Itu Bocah-Bocah Cuma Pengin Main Bola!
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia hingga Akhir Januari 2026
-
Wali Kota Madiun Ditahan KPK karena Kasus Pemerasan hingga Gratifikasi Proyek Pemeliharaan Jalan
-
Eks Dirut Pertamina Ungkap Keuntungan PT PIS Tembus Rp9 Triliun Saat Dipimpin Yoki Firnandi
-
Kepala Basarnas Ungkap Kemungkinan Tak Ada Korban Selamat Pesawat ATR: Kami Berharap Ada Mukjizat
-
Analisis BMKG: Pesawat ATR Jatuh di Maros saat Awan Cumulonimbus Selimuti Jalur Pendaratan
-
Menhub Beberkan Sulitnya Evakuasi Pesawat ATR di Maros: Medan 80 Derajat, Black Box Belum Ditemukan
-
Komisi II DPR Buka Peluang Masukkan Aturan Pilkada dalam Kodifikasi RUU Pemilu
-
KAI Daop 1 Jakarta Kembalikan Dana Penumpang hingga Rp1,2 Miliar Imbas Banjir Pekalongan
-
Kejar Tahapan Pemilu, Komisi II DPR Targetkan UU Pemilu Baru Tuntas Akhir 2026
-
Waspada! Kasus DBD di Jakarta Mulai Merayap Naik di Awal 2026