Suara.com - Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Muhamad Taufik Zulkifli angkat bicara soal keputusan FIFA mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Menurutnya hal ini menjadi bagian dari risiko perjuangan bangsa Indonesia.
Dalam kisruh Piala Dunia U-20, PKS merupakan salah satu pihak yang menentang tim nasional Israel bertanding di Indonesia. Hal ini disebut menjadi salah satu alasan FIFA membatalkan status tuan rumah pada kompetisi sepak bola tingkat dunia itu.
Ia meyakini penolakan terhadap Israel sudah sesuai dengan prinsip kenegaraan Indonesia. Sejak dulu Indonesia merupakan salah satu pendukung kemerdekaan Palestina yang masih dijajah Israel sampai sekarang.
"Itu risiko dari perjuangan kita, bangsa Indonesia, menegakkan prinsip-prinsip kenegaraan kita yang tercantum dalam UUD 1945 dan Pancasila," ujar Taufik saat dikonfirmasi, Jumat (31/3/2023).
Karena itu, ia menyayangkan FIFA yang malah langsung membatalkan status tuan rumah Indonesia. Sebab, tak ada solusi yang menguntungkan pihak FIFA maupun pemerintah Indonesia atas hal ini.
Tak hanya win-win solution, Taufik juga menyayangkan FIFA yang mengungkit kejadian Kanjuruhan 2022 lalu.
"Sangat disayangkan tidak tercapai win-win solution antara PSSI dan FIFA. Malahan FIFA mengungkit tragedi Kanjuruhan Oktober 2022,"
Taufik meyakini, sebenarnya ada jalan tengah yang bisa diambil oleh FIFA agar tetap melaksanakan Piala Dunia U-20 di Indonesia dan Israel bermain di negara lain.
"Untuk pelaksanaan Pildun U-22 sebenarnya masih ada alternatif jalan tengah. Tapi tampaknya pihak FIFA juga berkeras," pungkasnya.
Baca Juga: 8 Alasan Argentina Sangat Cocok Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Gantikan Indonesia
Berita Terkait
-
3 Alasan Justin Hubner Tak Lagi Minat Berseragam Timnas Indonesia
-
Skuad Timnas Indonesia U-20 Kenakan Pita Hitam: Simbol Matinya Mimpi Tunas Muda
-
Jawaban Berkelas Hokky Caraka jika Bertemu Timnas Israel, Tak Perlu Ditolak Bermain, Cukup Permalukan di Atas Lapangan
-
Penyesalan Politisi PDI P Pasca Indonesia Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023: Saya Tidak Berharap..
-
Deretan Pernyataan Kontroversial Gubernur Bali, Kini Doakan Israel Dicoret dari Piala Dunia U-20
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Alasan Tamu Negara Selalu Diajak Berkeliling Istiqlal dan Katedral
-
Donald Trump Kemungkinan Rilis Isi Perjanjian Perdamaian AS - Iran Akhir Pekan Ini
-
Bos Maktour Fuad Hasan Mangkir Lagi di Kasus Haji, KPK: Mana Bukti Medis Kalau Sedang Sakit?
-
Rangkuman Hal Penting Perdamaian Perang Amerika Serikat dan Iran, Apa Saja yang Harus Dipahami?
-
'Saya Memang Tukang Lapor!' Firdaus Oiwobo Polisikan Tyo Eks Ketua BEM UGM Usai Kritik Prabowo
-
Kecelakaan Pesawat Militer AS B-52 Stratofortress, 8 Orang Awak Tewas
-
Bongkar Alasan Geruduk Menteri, SEMA UGM: Mereka Banyak Mengibul dan Khianati Rakyat!
-
Dipukul dan Dilempar Air saat Diskusi UGM Ricuh, Sudaryono: Kami Tidak Kabur, Malah Duduk di Aspal!
-
Diskusi di UGM Digeruduk Mahasiswa! Menteri Nusron dan Sudaryono Dievakuasi Mobil Patroli
-
Dua Kali Sehari! Modus Obat Batuk dan Kunciran Rambut Dipakai Selundupkan Narkoba ke Rutan Salemba