Suara.com - Nama pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Massdes Arouffy tengah ramai diperbincangkan karena istri dan anaknya sering pamer gaya hidup mewah di media sosial. Diungkap akun Twitter @partaisocmed, istri Massdes pamer memakai tas mewah yang harganya diduga mencapai miliaran rupiah.
Begitu juga dengan sang anak yang kerap pamer beberapa koleksi tas mewah dari brand ternama seperti Gucci, Louis Vuitton, Dior sampai Balenciaga. Sedang disorot karena istri dan anaknya flexing di media sosial, simak rekam jejak Massdes Arouffy berikut ini.
Rekam Jejak Massdes Arouffy
Massdes Arouffy adalah pejabat Dishub DKI Jakarta yang menjadi Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dia menjadi Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta pada tahun 2017.
Kemudian, Massdes menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan DKI Jakarta pada tahun 2020. Dia kemudian terpilih sebagai salah satu anggota Komisi Kelayakan dan Keselamatan untuk periode 2020-2023. Kekinian Massdes menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub DKI Jakarta.
Bakal Diperiksa
Gara-gara ulah istri dan anaknya, Massdes Arouffy dipanggil oleh inspektorat. Pemanggilan juga dilakukan pada istri Massdes.
"Kami langsung bergerak melakukan pemanggilan pada yang bersangkutan untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Inspektur Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat pada Jumat (31/3/2023).
Tujuan pemanggilan Massdes dan istrinya itu adalah untuk diminta keterangan soal gaya hidup mewah yang dipamerkan di media sosial. Bila ada pelanggaran, pihak inspektorat tak segan menjatuhkan sanksi.
Baca Juga: Disorot Usai Istri Bawa Tas Mewah, Ternyata Segini Gaji Masdess Arouffy Pejabat Dishub DKI
Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo juga buka suara soal gaya hidup mewah yang dipamerkan anak buahnya, Masdes Arouffy. Dia mengaku sudah menindaklanjuti masalah tersebut.
Harta Kekayaan Massdes Arouffy
Sementara itu, harta kekayaan Massdes Arouffy yang tercatat di laman resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada tahun 2021 sebesar Rp 1,8 miliar atau tepatnya Rp 1.873.491.712. Dia melaporkan kepemilikan tanah dan bangunan yang berada di Tangerang Selatan dan merupakan hasil sendiri sebesar Rp 982.000.000.
Selain itu Massdes tercatat mempunyai 3 kendaraan dengan total sebesar Rp. 827.400.000. Rincian kendaraannya antara lain mobil Mitsubishi Jeep tahun 2021 seharga Rp 504.000.000, motor Honda Beat tahun 2010 seharga Rp 4.400.000 dan mobil Toyota Fortuner tahun 2017 seharga Rp 319.000.000.
Massdes juga melaporkan harta bergerak lainnya sebesar Rp 30.000.000, kas dan setara kas sebesar Rp 277.118.127 serta memiliki utang sebesar Rp 243.026.415. Dengan demikian total hartanya adalah Rp 1.873.491.712 (1,8 miliar).
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Disorot Usai Istri Bawa Tas Mewah, Ternyata Segini Gaji Masdess Arouffy Pejabat Dishub DKI
-
Jam Tangan Ngabalin Seharga Rp 2,5 M Disorot, Warganet: Tolong Klarifikasinya
-
Tanggapi Fenomena Keluarga Pejabat Flexing, JK: Harus Disadari, Masyarakat Kini Sangat Peka
-
Sekda Riau Berkelit soal Barang Mewah: Kalau Wartawan Pakai Asli Pasti Ngak Percaya Itu Asli
-
Istri dan Anak Flexing di Medsos, Pejabat Dishub DKI Dipanggil Inspektorat
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau