Suara.com - Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Massdes Arouffy menjadi the next pejabat yang harta kekayaannya disorot. Hal ini berawal dari akun Twitter @PartaiSocmed yang membagikan gaya hidup mewah istri dan anaknya di media sosial.
Dalam sebuah foto, istrinya tampak membawa tas Hermes Birkin Crocodile yang harganya berkisar Rp1,5 miliar. Belum lagi koleksi tas branded lainnya seperti Louis Vitton hingga Dior. Sikap flexing atau pamer harta ini membuat publik penasaran dengan gaji Massdes Arouffy.
Gaji Massdes Arouffy
Tiap pegawai pemerintahan, tak terkecuali di Dinas Perhubungan atau Dishub akan menerima gaji pokok hingga tunjangan kinerja (tukin). Untuk gaji pokok, besarannya tercantum pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019.
Gaji pokok pegawai di lingkungan Dishub DKI Jakarta terdiri dari empat golongan yang dibagi berdasarkan pendidikan terakhir. Lalu, dari masing-masing golongan juga ada pembagiannya lagi. Berikut rinciannya.
Golongan I (lulusan SD hingga SMP)
Golongan Ia: Rp 1.560.800 - Rp 2.335.800
Golongan Ib: Rp 1.704.500 - Rp 2.472.900
Golongan Ic: Rp 1.776.600 - Rp 2.577.500
Golongan Id: Rp 1.851.800 - Rp 2.686.500
Golongan II (lulusan SMA hingga D-III)
Golongan IIa: Rp 2.022.200 - Rp 3.373.600
Golongan IIb: Rp 2.208.400 - Rp 3.516.300
Golongan IIc: Rp 2.301.800 - Rp 3.665.000
Golongan IId: Rp 2.399.200 - Rp 3.820.000
Golongan III (lulusan S1 hingga S3)
Golongan IIIa: Rp 2.579.400 - Rp 4.236.400
Golongan IIIb: Rp 2.688.500 - Rp 4.415.600
Golongan IIIc: Rp 2.802.300 - Rp 4.602.400
Golongan IIId: Rp 2.920.800 - Rp 4.797.000
Golongan IV
Golongan IVa: Rp 3.044.300 - Rp 5.000.000
Golongan IVb: Rp 3.173.100 - Rp 5.211.500
Golongan IVc: Rp 3.307.300 - Rp 5.431.900
Golongan IVd: Rp 3.447.200 - Rp 5.661.700
Golongan IVe: Rp 3.593.100 - Rp 5.901.200
Diketahui bahwa Arouffy termasuk golongan IV/b, sehingga tiap bulan, ia menerima gaji pokok sekitar Rp3,17 sampai Rp5,2 juta. Tak hanya itu, para pejabat Dishub DKI Jakarta juga diberi tukin melalui tambahan penghasilan pegawai (TPP). Hal ini diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 19 Tahun 2020.
Baca Juga: Melongo, Harga Tas Hermes Istri Pejabat Dishub DKI Beda Tipis dari LHKPN
Rinciannya, yakni Kepala Dinas diberi tunjangan sebesar Rp 60.480.000, Wakil Kepala Dinas Rp 51.570.000, Sekretaris Dinas Rp 40.770.000, Kepala Bidang Rp 39.960.000, Kepala Suku Dinas pada Kota Rp 39.960.000, serta Kepala UPT Rp 39.960.000.
Lanjut pada Kepala Subbagian/Kepala Seksi pada Dinas akan menerima tukin sebesar Rp 26.190.000, Kepala Subbagian/Kepala Seksi pada Suku Dinas Kota Rp 26.190.000, dan Kepala Subbagian pada UPT Rp 26.190.000.
Arouffy menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sehingga tukin yang ia terima sebesar Rp39,96 juta. Apabila ditotal dengan gaji pokoknya, ia bisa berpenghasilan sekitar Rp45 juta per bulannya.
Sementara kekayaan Arouffy menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2021 mencapai Rp1,87 miliar. Aset terbesarnya berupa tanah dan bangunan yang banyak berada di Tangerang Selatan senilai Rp982 juta.
Lalu, ada pula mobil Mistubishi Jeep dan Toyota Fortuner, serta motor Honda Beat yang mencapai Rp504 juta. Aset terbesar lainnya terdapat pada kas dan setara kas senilai Rp277,1 juta. Arouffy juga tercatat memiliki utang sebesar Rp243 juta.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Istri dan Anak Flexing di Medsos, Pejabat Dishub DKI Dipanggil Inspektorat
-
Melongo, Harga Tas Hermes Istri Pejabat Dishub DKI Beda Tipis dari LHKPN
-
Inspektorat DKI Bakal Cek Keaslian Barang yang Dipamerkan Istri dan Anak Pejabat Dishub DKI
-
Anak Massdes Arouffy, Pejabat Dishub DKI Jakarta Hobi Flexing Kekayaan
-
Geng Mamayu Aurel Hermansyah Gelar Buka Bersama, Anggotanya Tenteng Tas Seharga Rumah!
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Tak Sekadar Silaturahmi: AHY Sebut Pertemuan Prabowo Bareng Mantan Presiden Punya Misi Khusus
-
AS Klaim Tawarkan Damai untuk Iran, Dibantah Menlu Oman
-
Nestle Indonesia Tegaskan Dampak Nyata Program Pendampingan Gizi, Dukung Upaya Pencegahan Stunting
-
Hadapi Ketidakpastian Dunia Akibat Perang, Anies Baswedan Beri Dua Nasihat ke Pemerintah
-
NATO Retak: Trump Ngambek Spanyol Ogah Bantu Perang Lawan Iran
-
Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Bursa Pilpres Mirip SBY 2004
-
AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana
-
Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump