Suara.com - Nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri tengah ramai dibicarakan publik. Selama ini, namanya memang cukup dikenal sebagai sosok yang seringkali memicu kontroversi, bahkan sejak sebelum dirinya memimpin KPK.
Baru-baru ini, Firli Bahuri kembali disorot saat ia membantah adanya info yang menyebut dirinya membocorkan dokumen penyelidikan kasus dugaan korupsi tunjangan kinerja (tukin) pegawai di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Seperti apa daftar kontroversi Firli Bahuri selama jabat KPK? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Daftar Kontroversi Firli Bahuri Selama Jabat KPK
Inspektur Jenderal (Irjen) Firli Bahuri terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada periode 2019-2023 setelah lolos uji kepatutan dan kelayakan. Firli lantas mendapatkan penolakan dari berbagai pihak seperti pegiat antikorupsi, di mana menurut beberapa pihak masa depan KPK akan suram jika dipimpin oleh sosok Firli Bahuri.
Hal itu bukanlah tanpa alasan, pasalnya sosok Firli dipandang bukan sosok yang benar-benar bersih dan juga memiliki integritas.
Tidak hanya ditolak oleh pegiat antikorupsi saja, namun ia juga ditolak langsung oleh pihak internal KPK. Penolakan itu berasal dari penyidik dan juga para pegawai lain yang merasa gelisah, karena Firli sebelumnya sudah melanggar kode etik berat, tepatnya pada saat menjabat sebagai Direktur Penindakan KPK.
Berikut ini adalah daftar kontroversi Firli Bahuri selama jabat KPK:
1. Pada tahun 2019 lalu, Firli Bahuri dinyatakan melakukan pelanggaran kode etik yang berat, setelah dirinya menemui mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat M Zainul Majdi pada tanggal 12-13 Mei 2018. Secara kode etik, Firli seharusnya tidak boleh bertemu dengan pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) tersebut, karena KPK saat itu sedang melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Pemprov NTB, yaitu terkait kepemilikan saham PT Newmont.
Baca Juga: Terjaring OTT KPK, Bupati Meranti Pernah Disemprot Mendagri usai Polemik dengan Kemenkeu
2. Pada tahun 2021, Firli juga sempat dilaporkan oleh ICW kepada Badan Kriminal Kepolisian Negara RI, karena ICW menduga Firli telah menerima gratifikasi berbentuk diskon sewa helikopter. Adapun dugaan penerimaan gratifikasi yang dimaksud terjadi pada bulan Juni 2020, di mana pada saat itu Firli menyewa helikopter untuk melakukan perjalanan pribadi dari Palembang, Sumatera Selatan ke Baturaja, Lampung.
3. Firli juga diduga pernah menerima gratifikasi berbentuk pembayaran penginapan hotel selama dua bulan. Pada saat tes calon pimpinan KPK, ia mengaku pernah bermalam di sebuah hotel bersama keluarganya pada tanggal 24 April hingga 26 Juni.
4. Pertemuan antar Firli dengan Komisaris PT Pelindo I juga jadi sorotan, karena KPK sedang menyelidiki kasus dugaan korupsi di Pelindo.
5. Firli juga pernah disorot lantaran dirinya bertemu dengan seorang perempuan yang menjabat sebagai petinggi partai politik di sebuah hotel yang ada di Jakarta pada 1 November 2018 lalu. Pertemuan itu diketahui saat ia masih menduduki jabatan sebagai Deputi Penindakan KPK, dan atas pertemuan tersebut, Firli dinilai telah melanggar etik berat.
6. Saat menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK, Firli diduga melanggar etik berat karena telah menjemput langsung saksi dalam kasus dana perimbangan yang akan diperiksa KPK pada tahun 2018 saat itu.
7. Baru-baru ini, beberapa pihak menilai Presiden Jokowi pantas menonaktifkan Firli Bahuri sebagai Ketua KPK karena keputusan pencopotan Brigjen Endar Priantoro dari Direktur Penyelidikan. Keputusan Firli itu dinilai sewenang-wenang, dan beberapa pihak menilai pencopotan Endar oleh Firli tidak hanya sekadar tindakan rutinitas kepegawaian KPK, tetapi ada sarat kepentingan.
8. Terbaru, Firli juga tengah menjadi sorotan karena ribut dengan Endar dan dituding membocorkan data korupsi tukin (tunjangan kinerja). Firli kemudian membantah telah membocorkan dokumen penyelidikan kasus dugaan tukin pegawai di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
Harta Kekayaan dan Profil Muhammad Adil, Bupati Meranti yang Diciduk KPK
-
Diciduk KPK! Jejak Kontroversi Bupati Meranti Muhammad Adil: Pernah Ancam Jokowi Angkat Senjata hingga Sebut Kemenkeu Sarang Setan
-
Biodata Bupati Meranti, Pernah Labeli Kemenkeu Iblis hingga Akhirnya Kena OTT KPK
-
Girang Dengar Rumah Nindy Ayunda Didatangi Banyak Orang, Nikita Mirzani: Gimana Rasanya Diteror?
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Meranti Pernah Disemprot Mendagri usai Polemik dengan Kemenkeu
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Biodiesel B50 Segera Diterapkan, Pakar Ungkap Efeknya di Mobil Tua
-
4 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Banding, Amnesty Khawatir Barang Bukti Dimusnahkan
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika
-
Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?
-
DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik
-
Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!
-
Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi
-
Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih
-
Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!
-
Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan