Suara.com - Nenek Jumirah (63) asal Semarang mendapat uang ganti pembebasan lahan pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen sebesar Rp4 miliar. Namun nominal fantastis itu justru membuatnya resah karena membuatnya kerap didatangi oknum kepala dusun hingga perangkat dusun.
Berkenaan dengan hal tersebut, berikut fakta nenek Jumirah dapat Rp4 miliar pembebasan laham Jogja-Bawen diperas kadus Rp1 miliar:
1. Didatangi Regu Tim Pembebasan Laham Tol Yogya Bawen
Tak hanya didatangi oleh kepala dusun dan perangkatnya, Jumirah juga kerap didatangi oleh orang-orang yang mengaku sebagai kelompok tim pembebasan lahan tol Yogya-Bawen. Namun karena sebelumnya ia tidak dibertahu apapun, pihak tersebut pun ditolaknya.
2. Diancam Masuk Penjara oleh Oknum Tersebut
Keresahannya semakin menjadi-jadi ketika oknum-oknum tersebut mengancam Jumirah. Ancaman tersebut berupa jika Jumirah tidak memberikan uang, maka Jumirah akan masuk penjara.
3. Pintu Digedor dan Ketakutan
Atas hal tersebut, Jumirah pun selalu merasa ketakutan setiap orang datang ke rumahnya. Jumirah mengaku pintu rumahnya digedor-gedor. Jumirah juga ketakutan ketika ada mobil berhenti di depan rumahnya.
4. Sempat Didampingi Pengacara dan LIN
Nenek Jumirah sempat didampingi oleh Pengacara dan Lembaga Investasi Negara (LIN). Pendampingan tersebut adalah ketika pelaksanaan audiensi dengan anggota DPRD Semarang pada Sabtu (8/4/23).
Selain itu, Jumirah juga melakukan audiensi dengan lurah. Jumirah sempat diundang ke Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Semarang, pada Februari 2023.
5. Disebut Ada Kelebihan Bayar
Kepala Dusun Balekambang, Kandangan, Semarang Hartomo mengaku tidak memalak Jumirah. Namun ia menyampaikan ada kelebihan bayar mencapai Rp 902 juta dari hasil penjualan tanah tersebut. Hartomo diminta untuk mengembalikan uang tersebut ke kas negara.
Kelebihan bayar tersebut berupa pohon jati yang dihargai Rp400 ribu karena dikira jati sedang. Padahal harga aslinya adalah Rp50 ribu.
6. Digugat Jumirah Ke PN Ungaran
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Meski Piala Dunia U-20 Batal Digelar di Indonesia, Timnas Kita Bakal Tanding Lawan Argentina
-
CEK FAKTA: Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023, Indonesia Cabut dari FIFA Diikuti 26 Negara
-
CEK FAKTA: Terus Dikait-kaitkan dengan Rafael Alun Trisambodo, Rumah Raffi Ahmad Diperiksa KPK?
-
Cek Fakta: Buntut Katai Istri Atta HalilintarWanita Ceroboh karena Hamil Lagi, Geni Faruk Nangis saat Disindir Aurel Hermansyah 'Mertua Bodoh'
-
CEK FAKTA: Teuku Ryan Nikahi Ria Ricis Cuman Numpang Tenar, Pengakuan Sifat Aslinya Mengejutkan
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!
-
Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia
-
Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo
-
Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya
-
Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045
-
Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional
-
Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!
-
Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!
-
Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?
-
Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden