Suara.com - Direktur Utama PT Berdikari, Harry Warganegara membawa pistol sampai menyalak saat sedang check in di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Intip harta kekayaan Harry.
Insiden pistol menyalak di Bandara Sultan Hasanuddin ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Komang Suartana.
"Iya, punya dia (Harry Warganegara)" kata Komang saat dikonfirmasi.
Pistol milik Harry Warganegara yang menyalak tersebut adalah jenis kaliber 32 battle Army.
Meskipun menyalak di bandara, Harry Warganegara tidak ditahan karena ia memiliki dokumen kepemilikan senjata yang lengkap.
Insiden meletusnya pistol milik Dirut BUMN ini membuat publik penasaran dengan harta kekayaan Harry Warganegara.
Dikutip dari e-LHKPN, Harry Warganegara terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 31 Maret 2022 untuk periodik 2021.
Tercatat harta kekayaan yang dilaporkan Harry Warganegara sebesar Rp 8.599.000.000 atau Rp 8,5 miliar.
Sebagian besar kekayaan yang dilaporkan oleh Harry Warganegara berupa tanah dan bangunan senilai Rp 7,1 miliar.
Baca Juga: Siapa Dirut BUMN yang Bawa Pistol sampai Meletus di Bandara? Ini Sosoknya
Tanah dan bangunan yang dimiliki Harry tersebar di Jakarta Selatan seluas 275 meter persegi senilai Rp 5 miliar, tanah seluas 567 meter persegi di Jakarta Selatan hasil warisan senilai Rp 1,6 miliar.
Selain di Jakarta, Harry juga memiliki tanah di Sukabumi seluas 5712 meter persegi senilai Rp 200 juta dan di Mamuju seluas 40.000 meter persegi senilai Rp 300 juta.
Selain tanah dan bangunan, Harry melaporkan memiliki kendaraan senilai Rp 1,8 miliar.
Kendaraan yang dimiliki Harry adalah Kijang Innova 2020, Toyota Alphard dan Mercedes Benz C300Coupe 2019.
Harry melaporkan memiliki harta bergerak lain senilai Rp 750 juta, kas dan setara tas Rp 800 juta.
Meski demikian, ia juga memiliki utang mencapai Rp 1.934.000.000 atau Rp 1,9 miliar.
Berita Terkait
-
Siapa Dirut BUMN yang Bawa Pistol sampai Meletus di Bandara? Ini Sosoknya
-
Senjata Meledak di Bandara, Polisi Tidak Tahan Dirut PT Berdikari Harry Warganegara
-
Door! Pistol Milik Dirut BUMN Meletus di Bandara Sultan Hasanuddin Saat Check In
-
Tak Punya Utang, Ternyata Segini Harta M Adil sampai Nekat Gadaikan Kantor Bupati Meranti
-
Profil M. Taufik Zoelkifli Kader PKS yang Bilang Rakyat Jelata Jakarta, Kekayaannya Rp 24 Miliar!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, GEF-SGP Indonesia Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu
-
Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439
-
Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya
-
Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Kirim Salam untuk Mensos Gus Ipul Sebelum Kembali ke Rutan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati