Suara.com - Bedug merupakan salah satu instrumen musik tradisional yang telah digunakan selama ribuan tahun sebagai alat komunikasi antarmanusia. Di Indonesia, bedug digunakan sebagai penanda datangnya waktu sholat. Bedug pada awalnya dibuat dari kulit binatang dan dimainkan dengan cara dipukul.
Bedug ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia seperti Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Bedug Jawa biasanya terbuat dari kayu dan memiliki ukuran yang besar dan tebal. Sedangkan bedug Sumatera dan Sulawesi terbuat dari logam dan memiliki ukuran yang lebih kecil.
Lantas bagaimana asal usul bedug hingga digunakan oleh umat Islam sebagai penanda waktu sholat? Simak ulasannya berikut ini.
Dilansir dari berbagai macam sumber, bedug pertama kalinya ketika Laksamana Cheng Ho datang ke Semarang dan disambut oleh seorang raja pada masa itu.
Ketika Laksamana Cheng Ho hendak pergi dan ingin memberikan hadiah, sang raja mengatakan bahwa dirinya ingin mendengarkan suara bedug dari masjid. Sejak saat itu, bedug menjadi bagian dari masjid dan digunakan sebagai penanda waktu sholat hingga saat ini.
Penggunaan Bedug dalam Ibadah Sholat
Bedug memiliki peran penting dalam ibadah sholat di masjid. Bedug digunakan sebagai alat penanda waktu sholat dan sebagai penanda dimulainya ibadah sholat.
Bedug juga digunakan sebagai pengiring musik pada saat upacara pengajian atau acara adat. Banyak kuil maupun tempat ibadah seperti di China, Korea, dan Jepang menggunakan bedug sebagai alat komunikasi ritual (penanda kegiatan ritual).
Di Indonesia, penggunaan bedug dalam ibadah sholat sudah dilakukan sejak zaman kerajaan Islam di Jawa. Pada saat itu, bedug digunakan sebagai alat penanda waktu sholat dan juga sebagai pengiring musik dalam upacara adat dan keagamaan. Namun, pada masa Orde Baru (Orba), pernah ada gerakan pembersihan masjid dar unsur-unsur non Islam seperti bedug.
Baca Juga: H-1 Lebaran, Arus Mudik yang Melintas di Cianjur Didominasi Kendaraan Roda Dua
Bedug dianggap bukan berasal dari budaya Islam dan dilarang digunakan di surau, langgar, dan masjid serta diganti dengan pengeras suara. Namun, masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) mempertahankan bedug menjadi unsur dalam masjid dan bertahan hingga saat ini.
Bedug juga digunakan sebagai media untuk kegiatan takbiran atau sholawatan saat Idul Fitri maupun Idul Adha. Dengan adanya gema takbir dan suara dari bedug, menjadi ciri khas tersendiri untuk menyambut hari besar umat Islam.
Demikian ulasan singkat mengenai asal usul bedug yang digunakan sebagai penanda waktu sholat hingga acara takbiran menjelang Idul Fitri maupun Idul Adha. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk kamu!
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Berita Terkait
-
H-1 Lebaran, Arus Mudik yang Melintas di Cianjur Didominasi Kendaraan Roda Dua
-
Di Purwakarta, Malam Takbiran Dimeriahkan Festival Bedug
-
Megawati Umumkan Ganjar Pranowo Capres Langsung Dirujak Netizen: Pantesan Lebaran Ditunda, Masih Ada Kepentingan
-
Semarak Malam Takbiran Warga Manggarai Sambut Idul Fitri
-
Jokowi Imbau Masyarakat Hati-hati Saat Mudik dan Arus Balik Lebaran 2023
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
-
Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal
-
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang
-
Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus
-
Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza
-
Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina
-
Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan
-
Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya
-
Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah
-
Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok