News / Nasional
Jum'at, 05 Mei 2023 | 10:16 WIB
Bupati Pandeglang Irna Narulita. [Instagram/@Irnacenter]

Suara.com - Kericuhan mewarnai aksi demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kantor Bupati Pandeglang, Banten pada Kamis (4/5/2023) kemarin.

Dalam aksinya, massa mahasiswa mengkritik habis-habisan kinerja Bupati Irna Narulita dan wakilnya Tanto Warsono Arban. Momen ricuh bermula ketika puluhan mahasiswa ingin masuk ke kantor Bupati Pandeglang.

PMII bahkan sampai menyegel kantor bupati dalam aksinya. Parahnya lagi ada seorang mahasiswa yang ditabrak mobil hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Simak kronologi ricuh PMII segel kantor Bupati Pandeglang berikut ini.

1. PMII kritik kinerja bupati

Dalam aksi demonya, para mahasiswa bergantian menyampaikan orasi diiringi lagu-lagu perjuangan. Salah satu hal yang disampaikan mahasiswa adalah tak ada perubahan signifikan di dua periode masa kepemimpinan Ina Narulita.

Mereka mengkritik soal pendidikan di Pandeglang yang tidak merata sampai ke pelosok daerah. Bahkan, mahasiswa menyebut bahwa Kabupaten Pandeglang telah menjadi daerah termiskin di Banten.

Bukan hanya soal pendidikan, PMII juga mengkritik buruknya infrastruktur di Pandeglang. Mereka juga menagih program Jalan Kabupaten Mantap Betul (Jakamantul) bupati dan wakilnya saat kampanye pilkada.

2. Segel kantor bupati

Kemudian mahasiswa hendak memasuki kantor Bupati Pandeglang. Namun aksi mereka dihadang aparat kepolisian yang berjaga sehingga saling dorong dan adu mulut tak terhindarkan.

Baca Juga: Jangan Ngasal! Pertimbangkan 4 Hal Ini sebelum Memilih Jurusan Kuliah

Di depan gerbang, mahasiswa juga melakukan bakar ban bekas yang kemudian langsung diredam petugas polisi. Massa yang tak terima lantas memaksa masuk ke halaman kantor Bupati dengan memanjat tembok.  

Mereka juga kembali berorasi dan menegaskan ingin bertemu langsung Bupati Pandeglang, agar aspirasi didengar secara langsung. Tapi suasana makin panas karena Bupati dan Wakil Bupati tak berada di kantornya hingga berujung penyegelan kantor Bupati menggunakan lakban.

Massa mahasiswa pun saling dorong dengan puluhan polisi dan satpol PP di pintu kantor Bupati. Aparat mencegah mahasiswa yang hendak menyegel kantor Bupati.  Namun mahasiswa berhasil menyegel kantor Bupati dengan menempelkan lakban bertuliskan 'Kantor ini disegel'.

3. Bupati Pandeglang tak ada di kantor

Dalam seruannya, mahasiswa mengungkap alasan penyegelan itu karena Bupati tidak ada di kantornya ketika jam kerja. Mereka juga lagi-lagi melakukan orasi dan menyindir dinasti politik Irna Narulita yang dinilai memperkaya diri dan keluarga.

"Katanya demokrasi, kok dinasti. Chuaks," sindir mahasiswa dalam orasinya.

Load More