News / Nasional
Jum'at, 05 Mei 2023 | 17:57 WIB
Pelaku penembakan di kantor MUI Menteng Jakarta Pusat saat diringkus. (tangkapan layar/ist)

Suara.com - Mustopa NR (60), pelaku penembakan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) membeli senjata api air gun jenis Glock 17 seharga Rp 5,5 juta. Senjata yang dilarang diperjualbelikan tersebut dibeli dari seseorang berinisial H di daerah Lampung.

Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Indriwienny Panjiyoga menyebut Mustopa membeli senjata tersebut pada 21 Februari 2023.

"Membayar Rp5,5 juta," kata Panjiyoga di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (5/5/2023).

Panjiyoga menuturkan Mustopa membeli ari gun lewat seseorang berinisial D dan M. Keduanya tinggal tak jauh dari tempat tinggal Mustopa di Bandar Lampung.

Lebih lanjut, kata Panjiyoga, Mustopa diajari menggunakan air gun Glock 17 dengan peluru gotri kaliber 6 mm oleh D.

"D beri senjata ke pelaku dan kasih tahu cara pakai," bebernya.

Serangan Jantung

Tim kedokteran forensik Rumah Sakit (RS) Polri sebelumnya menyimpulkan Mustopa meninggal dunia akibat serangan jantung. Kondisi ini diperparah dengan adanya riwayat penyakit infeksi paru-paru.

Anggota tim kedokteran forensik RS Polri, Afriani Ika Kusumawati mengatakan ini berdasar analisa terhadap hasil autopsi jenazah Mustopa.

Baca Juga: Istri Mustopa Ungkap Mutasi Rp 800 Juta di Rekening Suaminya Bersumber dari Tiga Anaknya yang Bekerja di Luar Negeri

"Jadi, kami dokter forensik menyimpulkan korban meninggal dunia karena serangan jantung. Diperberat penyakit infeksi pada paru," tutur Afriani

Berdasar hasil autopsi, lanjut Afriani, ditemukan pula sejumlah luka akibat benda tumpul pada tubuh Mustopa. Namun luka tersebut dipastikan bukan pemicu daripada kematiannya.

"Luka-luka luar tapi tidak mengakibatkan meninggal. Pemeriksaan dalam ada infeksi paru dan ada gambaran serangan jantung,"ungkapnya.

Ingin Diakui Wakil Nabi

Peristiwa penembakan ini diketahui terjadi pada Selasa (2/5/2023) lalu. Mustopa melakukan penyerangan ke Kantor MUI, Jakarta Pusat menggunakan air gun hingga melukai dua orang.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menyebut Mustopa telah merencanakan penyerangan terhadap pimpinan MUI sejak 2018. Motif daripada penyerangan tersebut dilakukan karena tidak mendapat pengakuan sebagai wakil Nabi Muhammad SAW.

Load More