Suara.com - Kamis, 1 Juni 2023 Pesawat Airbus A380-800 telah melakukan penerbangan perdana ke Bali dengan membawa 482 penumpang dari Bandara Internasional Dubai. Pesawat terbesar di dunia milik Emirates ini nantinya memang akan melayani penerbangan dari Dubai ke Bali. Simak fakta Emirates A380-800 selengkapnya berikut.
Penerbangan tersebut sekaligus mencatatkan sejarah bagi Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai bandara pertama di Indonesia yang melayani pesawat penumpang komersial reguler terbesar di dunia.
Selain itu, masih banyak lagi fakta Emirates A380-800 yang sayang untuk dilewatkan, terlebih jika di masa mendatang Anda memiliki kesempatan untuk mencobanya.
Fakta menarik fasilitas Emirates A380-800
Bukan hanya pengalaman penerbangan langsung dari Bali ke Dubai dan sebaliknya, Anda juga akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas paa Emirates A380–800.
Pada kelas bisnis, Anda akan mendapat kursi flat-bed untuk meregangkan tubuh selama penerbangan. Anda juga akan memperoleh wine, Wi-Fi, hiburan, dan makanan dengan cita rasa yang menggugah selera.
Emirates A380 juga menyediakan penjemputan khusus bagi pemilik tiket kelas bisnis untuk diantarkan ke tujuan akhir.
Harga tiket Emirates A380-800
Berkapasitas 516 penumpang, pesawat ini terbagi dalam tiga kelas dengan rincian sebagai berikut.
Baca Juga: Spesifikasi Emirates Airbus A380, Pesawat Komersial Terbesar Perdana Mendarat di Bali
- 14 kursi first class
- 79 kursi kelas bisnis
- 426 kursi kelas ekonomi.
Sementara itu, berikut adalah harga tiket untukpenerbangan berdurasi kurang lebih 9 jam 5 menit ini. Harga mungkin berubah sesuai dengan beberapa situasi dan kondisi.
Rute Denpasar (DPS) – Dubai (DXB)
Minggu, 4 Juni 2023
- Kelas bisnis: Mulai Rp 58.500.800
- Kelas ekonomi: Mulai Rp 8.517.800
Senin, 5 Juni 2023
- Kelas bisnis: Mulai Rp 58.500.800
- Kelas ekonomi: Mulai Rp 9.874.800
Selasa, 6 Juni 2023
- Kelas bisnis: Mulai Rp 58.500.800
- Kelas ekonomi: Mulai Rp 9.874.800
Rabu, 7 Juni 2023
Berita Terkait
-
Spesifikasi Emirates Airbus A380, Pesawat Komersial Terbesar Perdana Mendarat di Bali
-
Mengintip Mewahnya Pesawat Super Jumbo Emirates A380 yang Mendarat di Bali
-
JAS siap Tangani Operasional Airbus A380, Pesawat Penumpang Terbesar Di Dunia
-
Perdana,Pesawat Superjumbo Emirates Airbus A380 Mendarat Di Bali, Begini Penampakannya
-
Angkasa Pura I Siap Sambut Airbus A380 Emirates di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
-
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita
-
IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal