Suara.com - Mantan Kapolsek berinisial SW di Cirebon, Jawa Barat, dicopot dari jabatannya sebagai Wakasatbinmas di Polresta Cirebon. Ini setelah SW diduga melakukan penipuan sebesar Rp 310 juta kepada tukang bubur bernama Wahidin.
Penipuan itu terjadi setelah Wahidin membayar SW ratusan juta agar anaknya bisa lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021 lalu. Namun, hingga kini, anak Wahidin tidak juga dinyatakan lolos seleksi menjadi anggota polisi.
Hal itu membuat Wahidin murka dan menagih balik uang Rp 310 juta yang sudah disetorkannya kepada SW sesuai perjanjian.
Karena terus menghindar, Wahidin akhirnya melaporkan SW ke Polda Jawa Barat dengan dugaan penggelapan dan penipuan. Selain SW, Wahidin juga melaporkan dua pelaku lainnya, yakni Ipda DA dan Aipda HN.
Adapun penipuan tersebut dilakukan SW saat masih menjabat sebagai Kapolsek Mundu Resor Cirebon Kota pada tahun 2021. Kini, Polda Jawa Barat masih melakukan proses penyidikan kasus tersebut.
Lalu, berapa sebenarnya gaji yang diterima oleh seorang Kapolsek? Simak inilah selengkapnya.
Gaji para anggota Polri sendiri diatur di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2019, tentang Perubahan Kedua Belas atas Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Untuk AKPK SW yang menjabat sebagai Kapolsek, kisaran gaji pokoknya berkisar mulai dari Rp2.909.100 hingga Rp4.780.600.
Tak hanya gaji pokok, menurut Perpres Nomor 103 Tahun 2018 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai Di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, AKP SW pun juga berhak untuk mendapatkan tunjangan.
Baca Juga: Deretan Gaji Pemain Timnas Indonesia, Siapa Terbesar Kantongi Cuan?
Tunjangan yang ditentukan oleh Polri pun disesuaikan dengan jabatan dan pangkat yang diemban oleh anggota.
Untuk pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) seperti AKP SW, ia digolongkan sebagai kelas jabatan 9 . Artinya, ia berhak mendapatkan tunjangan sebesar Rp3.781.000 per bulan.
Hal itu belum termasuk tunjangan lain seperti tunjangan keluarga, tunjangan lauk pauk, tunjangan jabatan khusus, tunjangan khusus daerah Papua, dan tunjangan daerah perbatasan.
Secara keseluruhan, polisi pangkat AKP dan menjabat sebagai Kapolsek per bulan rata-rata bisa mendapatkan gaji sekitar Rp 8 juta, jika tanpa tunjangan khusus.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Deretan Gaji Pemain Timnas Indonesia, Siapa Terbesar Kantongi Cuan?
-
7 Pemain Timnas Indonesia dengan Gaji Terbesar, Didominasi dari Liga 1
-
Kronologi Tukang Bubur Ditipu Mantan Kapolsek Rp 310 Juta, Berawal Ingin Anak Jadi Polisi
-
Peran Eks Kapolsek Di Cirebon Tipu Tukang Bubur Rp 325 Juta: Cuap-cuap Kasih Janji Masuk Polri, Tapi Bohong
-
Geger Tukang Bubur Ketipu Rp 310 Juta, Polri Imbau Masyarakat Tak Percaya Iming-iming Lolos Seleksi Bintara
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura