Suara.com - Proses hukum yang sedang dijalani Panji Gumilang atas tuduhan penistaan agama kini mencuri perhatian publik. Pembelaan pun tidak datang hanya dari pihak Panji Gumilang, namun juga beberapa tokoh lain seperti Ali Mochtar Ngabalin.
Eks politisi PBB ini pun mengungkap bahwa tuduhan yang ditujukan kepada Panji Gumilang tersebut tidak benar.
Sebuah video soal pembelaan Ngabalin terhadap Panji pun beredar di media sosial. Ia pun mengaku memiliki keluarga yang bersekolah di Al Zaytun.
"Itu keponakan saya, anak kakak saya tertua, anak-anaknya semua sekolahnya di Al-Zaytun. Makanya jangan sembarang nuduh orang macam-macam, jangan kalian mendiskreditkan itu Pak Kiai (Panji) Gumilang," ujar Ngabalin dalam pernyataannya di video yang viral tersebut.
Ia pun juga mengungkap tuduhan atas Al Zaytun ini muncul dari orang yang ingin menjatuhkan Al Zaytun.
"Nggak usah banyak nuduh-nuduh. Ini biasanya ini terjadi kalo ada orang mau ambil atau mau merampok," bela Ngabalin.
Lalu, siapa sebenarnya Ngabalin ini? Simak inilah profil Ngabalin selengkapnya.
Ali Mochtar Ngabalin sendiri merupakan salah satu politisi senior Indonesia. Saat ini, Ngabalin aktif menjabat sebagai tenaga ahli kantor Staf Kepresidenan Indonesia di bawah arahan Moeldoko.
Karier politiknya sendiri bermula saat dirinya menjabat sebagai Ketua DPP Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PMI) pada tahun 2003 hingga 2006. Sejak saat itu, Ngabalin pun aktif dalam dunia politik.
Baca Juga: CEK FAKTA: Panji Gumilang Jadi Tersangka, Ustaz Abdul Somad Ambil Alih Ponpes Al Zaytun
Ia pun sempat bergabung dengan Partai Bulan Bintang (PBB). Melalui PBB, Ngabalin berhasil masuk dalam jajaran anggota Komisi I DPR RI periode 2004 hingga 2009.
Namun, pada tahun 2010 Ngabalin berpindah arah politik dengan bergabung bersama Partai Golkar. Selama bergabung di Golkar, Ngabalin sempat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Ia juga pernah didaulat menjadi juru bicara tim pemenangan capres cawapres Prabowo - Hatta pada Pilpres 2014.
Ngabalin pun tak lepas dari kontroversi. Ia pernah mengkritik keras Presiden Jokowi karena dianggap tak menepati janji kampanye pilpres di Papua.
Meskipun sempat bersitegang dengan Presiden Jokowi, namun Ngabalin akhirnya didaulat Jokowi sebagai staf ahli Staf Kepresidenan RI.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Pendiri Ponpes Al-Zaytun Beberkan Peran Moeldoko, Lindungi Panji Gumilang Jika Diganggu?
-
5 Fakta Masjid di Ponpes Al Zaytun: Diklaim Punya Menara Tertinggi Ketiga di Dunia
-
CEK FAKTA: Bobrok Panji Gumilang Terbongkar, Mahfud MD Temukan Transaksi Jual Beli Santri di Al Zaytun
-
Dugaan Keterlibatan Ponpes Al Zaytun dengan NII, Bareskrim Sedang Dalami
-
Soal Ponpes Al Zaytun, Kapolri: Ada Dugaan Penistaan Agama
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan