News / Nasional
Jum'at, 07 Juli 2023 | 12:14 WIB
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. [Suara.com/Ari Purnomo]

Suara.com - Proses hukum yang sedang dijalani Panji Gumilang atas tuduhan penistaan agama kini mencuri perhatian publik. Pembelaan pun tidak datang hanya dari pihak Panji Gumilang, namun juga beberapa tokoh lain seperti Ali Mochtar Ngabalin.

Eks politisi PBB ini pun mengungkap bahwa tuduhan yang ditujukan kepada Panji Gumilang tersebut tidak benar.

Sebuah video soal pembelaan Ngabalin terhadap Panji pun beredar di media sosial. Ia pun mengaku memiliki keluarga yang bersekolah di Al Zaytun.

"Itu keponakan saya, anak kakak saya tertua, anak-anaknya semua sekolahnya di Al-Zaytun. Makanya jangan sembarang nuduh orang macam-macam, jangan kalian mendiskreditkan itu Pak Kiai (Panji) Gumilang," ujar Ngabalin dalam pernyataannya di video yang viral tersebut.

Ia pun juga mengungkap tuduhan atas Al Zaytun ini muncul dari orang yang ingin menjatuhkan Al Zaytun.

"Nggak usah banyak nuduh-nuduh. Ini biasanya ini terjadi kalo ada orang mau ambil atau mau merampok," bela Ngabalin. 

Lalu, siapa sebenarnya Ngabalin ini? Simak inilah profil Ngabalin selengkapnya.

Ali Mochtar Ngabalin sendiri merupakan salah satu politisi senior Indonesia. Saat ini, Ngabalin aktif menjabat sebagai tenaga ahli kantor Staf Kepresidenan Indonesia di bawah arahan Moeldoko.

Karier politiknya sendiri bermula saat dirinya menjabat sebagai Ketua DPP Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PMI) pada tahun 2003 hingga 2006. Sejak saat itu, Ngabalin pun aktif dalam dunia politik.

Baca Juga: CEK FAKTA: Panji Gumilang Jadi Tersangka, Ustaz Abdul Somad Ambil Alih Ponpes Al Zaytun

Ia pun sempat bergabung dengan Partai Bulan Bintang (PBB). Melalui PBB, Ngabalin berhasil masuk dalam jajaran anggota Komisi I DPR RI periode 2004 hingga 2009. 

Namun, pada tahun 2010 Ngabalin berpindah arah politik dengan bergabung bersama Partai Golkar. Selama bergabung di Golkar, Ngabalin sempat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Ia juga pernah didaulat menjadi juru bicara tim pemenangan capres cawapres Prabowo - Hatta pada Pilpres 2014.

Ngabalin pun tak lepas dari kontroversi. Ia pernah mengkritik keras Presiden Jokowi karena dianggap tak menepati janji kampanye pilpres di Papua.

Meskipun sempat bersitegang dengan Presiden Jokowi, namun Ngabalin akhirnya didaulat Jokowi sebagai staf ahli Staf Kepresidenan RI.

Kontributor : Dea Nabila

Load More