Suara.com - Geliat pariwisata negara-negara di Asia Tenggara kembali meningkat setelah pemerintah sejumlah negara mencabus status pandemi Covid-19. Salah satunya di Thailand. Untuk mendongkrak wisatawan, syarat masuk Thailand terbaru 2023 pun mulai disesuaikan dengan kondisi terkini. Salah satunya, wisatawan asing tidak lagi harus memenuhi kewajiban vaksin Covid-19 dan menunjukkan hasil negatif pada tes polymerase chain reaction (PCR) untuk melancong ke Negeri Gajah Putih tersebut.
Peraturan tidak wajib vaksin dan PCR disampaikan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri kesehatan Masyarakat Thailand, Anutin Charnvirakul. Bukan hanya itu, melansir dari situs resmi Thai Embassy, pelaku perjalanan tidak wajib memperoleh Thailand Pass atau Certificate of Entry (COE). Wisatawan juga tidak perlu mengunduh aplikasi apa pun sebagai syarat masuk Thailand di tahun 2023.
Walau begitu, pelaku wisata harus memperhatikan syarat perjalanan kembali ke negara asal. Jika negara asal wisatawan masih mewajibkan tes PCR sebagai syarat masuk ke wilayah tersebut, wisatawan diwajibkan memiliki asuransi kesehatan yang meliputi perawatan selama di Thailand. Asuransi kesehatan itu bernilai 10.000 dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 4,3 juta.
Anda juga perlu memastikan bahwa asuransi tersebut berlaku selama masa perjalanan di Thailand dan tujuh hari tambahan. Wisatawan juga diimbau untuk memesan hotel terbelih dahulu sebelum tiba di Thailand.
Kondisi ini jauh lebih longgar jika dibandingkan dengan Thailand pada 2022 lalu. Walau demikian, aturan pemakaian masker masih berlaku di dalam kendaraan umum. Namun demikian, kawasan wisata utama Thailand seperti Phuket dan Bangkok sudah kembali menggeliat seperti masa sebelum pandemi Covid-19.
Tertarik liburan ke Thailand dengan kemudahan yang ditawarkan? Eits jangan sampai terlena. Agar keuanganmu tetap sehat, tetap rencanakan liburanmu dengan matang. Jangan sampai hanya karena beberapa kemudahan, kamu kalap dan pergi liburan di luar budget yang ditetapkan.
Selain masalah dana, kesehatan dalam perjalanan juga menjadi faktor penting. Setiap wisatawan tetap harus memperhatikan kondisi badan masing-masing. Pandemi belum sepenuhnya berakhir dan bukan tidak mungkin akan menyerang kembali. Namun, hal ini jangan sampai membuat kita berhenti beraktivitas dan membuat ekonomi kembali melambat seperti sebelumnya.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Baca Juga: Para Rival Masih Bermasalah, Waktunya STY Bawa Timnas Rajai Piala AFF U-23?
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard