News / Metropolitan
Jum'at, 07 Juli 2023 | 23:04 WIB
Pekerja memotong daging sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Perumda Dharma Jaya, Cakung, Jakarta Timur. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD DKI yang bergerak di komoditas daging, Perumda Dharma Jaya berencana memasarkan daging ke sejumlah e-commerce. Hal ini dilakukan demi memperluas jangkauan konsumen dan meningkatkan penjualan.

Direktur Utama Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman mengatakan, pihaknya tengah gencar untuk membangun ekosistem teknologi digital dari hulu ke hilir sektor bisnis. Platform e-commerce dan aplikasi digital dimanfaatkan untuk meningkatkan aksesibilitas produk dan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan produk-produk tanpa perlu datang ke lokasi.

Namun, Raditya tak merinci apakah nantinya akan menggandeng e-commerce yang sudah ada atau membuat aplikasi baru.

“Kami dapat mendekatkan hubungan Perumda Dharma Jaya dengan konsumen. Tujuan akhirnya, meningkatkan hasil penjualan. Jadi mereka ada kesadaran kalau butuh daging sapi, ya langsung ingat beli di Perumda Dharma Jaya. Itu sisi hilir,” ujar Raditya kepada wartawan, Jumat (7/7/2023).

Lebih lanjut, ia menyebut dengan menambahkan teknologi digital juga dapat digunakan untuk memastikan keaslian dan keamanan produk. Pihaknya dapat melacak setiap tahap produksi dan distribusi, mulai dari sumber bahan baku hingga tangan konsumen.

"Hal ini dapat membantu untuk membangun kepercayaan konsumen dan memenuhi persyaratan sertifikasi produk," ucapnya.

Kemudian, Raditya menyebut nantinya peternakan sapi juga akan menggunakan teknologi digital berupa sensor seperti Radio Frequency Identification Device (RFID). Teknologi RFID ini ditempel di telinga sapi untuk tanda identifikasi sapi tersebut, mulai dari asal dari daerah mana, umur hingga catatan kesehatannya dapat dibaca dengan lengkap.

“Data-data tersebut kita input dulu. Jadi saat sapi masuk dalam mesin scanner RFID, data sapi tersebut sudah muncul dan lengkap seperti KTP,” jelas Raditya.

Selain itu, penggunaan teknologi digital seperti sensor dan Internet of Things (IoT) dapat digunakan untuk pemeliharaan ternak dengan cerdas. Alat tersebut dapat melacak kesehatan sapi dengan melihat indikator misal suhu badan, kelembaban, pola makan secara realtime.

Baca Juga: 2 Cara Bikin Bakso Sapi, Resepnya Mudah!

Bahkan sapi bergerak atau tidur bisa kelihatan di dalam system melalui teknologi motion sensor yang dipasang pada badan sapi yang dapat membaca tingkah laku sapi.

“Jadi, data-data yang terekam dalam teknologi digital tersebut dapat dipakai untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dalam rangka pemeliharaan dan kesejahteraan hewan. Tujuan akhirnya meningkatkan produktifitas dan kualitas daging tersebut,” pungkas Raditya.

Load More