Suhu politik selama masa kampanye Pilpres 2019 yang begitu panas pun sampai ke telinga Megawati. Bahkan Megawati sampai mengkritik orang-orang di kubu 02 yang membenturkan dia dengan Prabowo.
Hubungan dengan Prabowo pun kembali cair berkat politik nasi goreng ala Megawati. Kala itu keduanya bertemu usai Pilpres 2019 di kediaman Megawati.
Megawati ketika itu menyiapkan makanan khusus untuk makan siang bersama Prabowo. Nasi goreng jadi pilihan Megawati untuk meluluhkan hati Prabowo.
Prabowo Masuk Kabinet
Kedekatan Megawati dan Prabowo kemudian terus berlanjut. Prabowo menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) di kabinet Presiden Jokowi. Hal itu disebut-sebut menjadi salah satu faktor semakin dekatnya hubungan Prabowo dengan Megawati.
Bahkan saat itu kedekatan keduanya dibuktikan melalui swafoto bersama Ketua DPR Puan Maharani dan Megawati. Puan ketika itu mengucapkan selamat bekerja untuk Prabowo. "Selamat bekerja Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2019-2024," ujarnya.
Prabowo Kini 'Di-SBY-kan' Megawati?
Kekinian, Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai politik Indonesia gampang berganti musim. Hal itu dinilai rumit karena 4 tahun Prabowo bersama koalisi Jokowi, PDIP dan Gerindra mesra.
"Tapi belakangan karena soal elektabilitas Gerindra dapat momentum, Prabowo dapat momentum, makin rumit mempertemukan kutub ini," ujar Adi dalam diskusi politik pada Rabu (12/7/2023).
Baca Juga: Ada Kesan Menyinggung Ganjar, Pengamat Soroti Pernyataan Prabowo: Pilihannya Tepat
Adi Prayitno lantas menilai sangat terbuka Partai Gerindra kini posisinya seperti Partai Demokrat pada Pilpres 2004. Ketika itu PDIP menempatkan Demokrat sebagai rival hingga Pilpres 2019.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY memang tak pernah satu pilihan politik dengan Megawati sejak 2004.
"Menurut saya, sangat mungkin Gerindra itu di-Demokrat-kan," ucap Adi.
Adi juga menyampaikan ada kemiripan posisi Partai Gerindra saat ini dengan Demokrat pada tahun 2004 lalu. Ketika itu Prabowo masih bagian pemerintahan Jokowi.
Sementara itu pertanyaan Prabowo untuk bertemu Megawati pun hingga kini belum dijawab oleh pihak PDIP dan Megawati.
"Ya sangat mungkin Prabowo akan di-SBY-kan (oleh Megawati), dalam tanda kutip jadi rival di 2024. Dulu teman, SBY sama Mega berteman, lalu jadi rival," pungkas Adi.
Berita Terkait
-
Ada Kesan Menyinggung Ganjar, Pengamat Soroti Pernyataan Prabowo: Pilihannya Tepat
-
Beda Gaya Pidato Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto di Rakernas Apeksi
-
Elektabilitas Melejit, Pangamat Politik Nilai Prabowo Subianto Mulai Diterima Semua Kalangan
-
PKB Masih Ada Kemunkinan Pindah Haluan, Bakal Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
-
CEK FAKTA: Prabowo Janji Berikan Hadiah Uang Rp150 Juta Bagi 75 Orang Pendukungnya di Pemilu 2024
Terpopuler
- 6 Sepatu Adidas Diskon 60 Persen di Sports Station, Ada Adidas Stan Smith
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 7 Sabun Muka Mengandung Kolagen untuk Usia 50-an, Bikin Kulit Tetap Kencang
- 15 Merek Ban Mobil Terbaik 2025 Sesuai Kategori Dompet Karyawan hingga Pejabat
Pilihan
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
-
Airbus Umumkan A320 Bermasalah, Kemenhub Sebut 38 Pesawat di RI Kena Dampak
-
Polemik RS dr AK Gani 7 Lantai di BKB, Ahli Cagar Budaya: Pembangunan Bisa Saja Dihentikan
Terkini
-
Bercak Darah di Pohon Jadi Saksi Bisu, Ini Kronologi Aktor Gary Iskak Tewas dalam Kecelakaan Maut
-
Polri Buka Posko Bantuan Bencana Demi Pastikan Donasi Tepat Sasaran, Ini Call Center dan Alamatnya
-
Gasak Empat Ponsel, Joki dan Eksekutor Pencuri Rumah Kosong di Mampang Keok Diciduk Resmob!
-
Driver Taksi Rudapaksa Penumpang, DPR: Negara Tak Boleh Biarkan Perempuan Hidup Dalam Rasa Tak Aman
-
BPJS Kesehatan Butuh Dukungan Banyak Pihak untuk Mencegah Terjadinya Fraud JKN
-
Update Terbaru Banjir Bandang dan Longsor Agam: 86 Orang Meninggal, 88 Orang Hilang, 2.500 Mengungsi
-
Program JKN Sukses, Delegasi Afrika Datangi BPJS Kesehatan untuk Belajar
-
Tangguh Jaga Inflasi 2025, Pemprov Jateng Pertahankan Prestasi TPID Terbaik Tingkat Provinsi
-
Longsor Susulan di Silaiang Bawah, 1 Prajurit TNI AD Gugur dan 2 Hilang saat Evakuasi!
-
Antrean Bansos Mengular, Gus Ipul 'Semprot' PT Pos: Lansia-Disabilitas Jangan Ikut Berdesakan