Suara.com - Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengaku telah menerima usulan untuk menjadikan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 sebagai wilayah dari Kabupaten Kepulauan Seribu. Heru mengaku bersama jajarannya sedang mengkaji usulan tersebut.
Usulan ini disampaikan oleh Bupati Kepulauan Seribu Junaedi dalam rangka penguatan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) dalam mewujudkan konsep "Negeri 1.000 Pulau" di Kabupaten Kepulauan Seribu.
Dengan menjadikan PIK 2 sebagai bagian Kepulauan Seribu dinilai bakal memperkuat kepariwisataan Kepulauan Seribu. Pihak terkait juga akan lebih tertarik secara psikologis untuk ikut mengembangkan kawasan kepulauan itu.
"Usulan pak Bupati (Kepulauan Seribu) ya? Nanti dikaji bagian darat atau bagian Pulau Seribu," ujar Heru di Jakarta, Selasa (25/7/2023).
Lebih lanjut, ia memperkirakan kemungkinan pembahasan soal wilayah PIK 2 ini akan melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Pihaknya memang sedang membahas soal keberlanjutan Jakarta setelah tak jadi ibu kota bersama dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa.
"Lagi dibahas, nanti mungkin terkait dengan sama yang tadi rapat dengan Menteri Bappenas," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Di Hadapan Raja Yordania, Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Perdamaian di Palestina
-
PDIP Soroti Rencana Impor 105.000 Mobil Pickup dari India: Jangan Rugikan Pabrikan Dalam Negeri
-
Sopir Toyota Calya Ugal-Ugalan di Jakarta Diamankan, Polisi Tunggu Hasil Tes Urine
-
Warga Jakarta dengan Luas Rumah di Bawah 70 Meter Bisa Dapat Toren Gratis dari PAM JAYA
-
Betawi di Era Digital: Pemuda Diminta Jadi Garda Depan Pelestarian Budaya
-
Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?
-
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Pemerasan Sertifikasi K3
-
Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!
-
Polisi Tahan Ayah dan Anak Penganiaya Tetangga di Cengkareng, Terancam 7 Tahun Penjara
-
Ugal-ugalan dan Lawan Arus, Mobil Calya Diamuk Massa di Gunung Sahari