Suara.com - Ketua Umum PDIP sekaligus mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri ternyata punya kedekatan istimewa dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Hal itu diakui oleh Megawati sendiri kala memberikan pidato saat bertemu relawan di Pendopo Agung Kedhaton, Royal Ambarrukmo, DIY, Selasa (22/8/2023).
Megawati saat itu tengah menanggapi soal Perang Ukraina dan menjelaskan sikap Putin dalam perang tersebut. Megawati mengaku dirinya paham betul sikap Putin lantaran ia telah kenal lama dengan sosok presiden penuh kontroversi itu.
Megawati ngaku kenal lama Putin: dari menjabat Sekretaris Wali Kota
Megawati di hadapan relawan Ganjar menjelaskan soal sosok Putin di tengah Perang Ukraina. Ia mengaku bahwa Rusia sebenarnya bisa menghabisi Ukraina dalam waktu sekejap.
Namun, Putin memilih untuk tidak melakukan hal itu. Megawati mengungkap dirinya bisa tahu pilihan Putin lantaran ia memiliki kedekatan dengannya.
"Kalau Putin mau habisi Ukraina itu bisa satu hari, tetapi kan (Putin memilih untuk) tidak," papar Megawati.
Politisi perempuan yang akrab disapa Bu Mega itu sontak mengaku dirinya telah mengenal Putin sejak sang Presiden Rusia masih menjadi Wali Kota St. Petersburg.
"Saya tuh bukannya sombong, saya kenal Putin dari dia Sekretaris Wali Kota Saint Petersburg. Jadi saya tahu dia gimana," aku Megawati.
Baca Juga: Kritik Pernyataan Megawati soal KPK Dibubarkan, ICW: Mending Desak Tangkap Harun Masiku!
Ternyata, alasan Megawati menyinggung soal Perang Ukraina adalah ia meminta para relawan Ganjar untuk berkaca terhadap konflik tersebut.
Mega ingin Indonesia sebagai salah satu negara terbesar di Asia Tenggara untuk terus bersatu melalui ASEAN. Ia juga mencontohkan konflik Myanmar yang tak kunjung selesai.
"Karena kita paling gede, kebayang enggak kalau kita terpecah belah? Namanya ASEAN itu, Konflik Myanmar aja enggak selesai, ini geopolitik, yang harus kita tahu sebagai bangsa Indonesia," papar Megawati.
Menilik kedekatan Bu Mega dengan Vladimir Putin
Megawati Soekarnoputri beberapa kali telah bertemu dengan Vladimir Putin. Bu Mega kala masih menjabat sebagai Presiden Ke-5 RI sempat mengunjungi Kremlin, Rusia pada tahun 2003 silam dan bertemu dengan Putin.
Keduanya membahas urusan hubungan bilateral termasuk tentang pertahanan. Mega dan Putin kala itu akhirnya sepakat untuk menandatangani Deklarasi tentang Landasan Persahabatan dan Hubungan Mitra antara Federasi Rusia dan Republik Indonesia.
Berita Terkait
-
Kritik Pernyataan Megawati soal KPK Dibubarkan, ICW: Mending Desak Tangkap Harun Masiku!
-
Kunjungi Omah Petroek di Sleman, Megawati Soekarnoputri dan Ganjar Pranowo Saksikan Pameran Bung Karno
-
Penggunaan Dolar AS Antar Negara BRICS Turun Drastis, Keuntungan Naik Enam Kali Lipat
-
Habis Pidato Ngalor-ngidul Sindir KPK, Ternyata Segini Jumlah Harta Kekayaan Megawati
-
Singgung Manuver Budiman Sudjatmiko, Ketum PDIP Megawati Analogikan Seperti Berdansa
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
8 Orang Termasuk Pegawai Pajak Diamankan saat KPK Gelar OTT di Jakarta
-
Skandal Pajak Jakut Terbongkar: OTT KPK Sita Gepokan Uang dan Valas, Oknum Pegawai Pajak Diringkus
-
Gelar Rapat Lagi di Aceh, Satgas Pemulihan Pascabencana DPR Serahkan Laporan Kordinasi ke Pemerintah
-
Main Mata Nilai Pajak, Oknum Pegawai DJP Tak Berkutik Terjaring OTT KPK
-
LBHM Beri 4 Catatan 'Pedas' untuk Indonesia yang Baru Saja Jadi Presiden Dewan HAM PBB
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
Kasus Isu Ijazah Palsu Jokowi, PSI Desak Polisi Segera Tahan Roy Suryo Cs
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba