Suara.com - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan tiga perempuan di dalam sebuah kamar tertawa sembari mencekoki seekor kucing dengan minuman keras. Tak perlu menunggu lama, tiga perempuan tersebut langsung ditemui warga dan komunitas pecinta hewan.
Dalam akun Instagram @camerapenjurunews, terlihat tiga perempuan yang dimaksud tengah duduk berderet dihadapan sejumlah warga yang mayoritas ibu-ibu. Di depannya terdapat kucing yang menjadi korban aksi kejamnya mereka.
"Nangis kami bu lihat videonya, dia tidak kami anggap binatang, dia makhluk hidup yang bernyawa dan berhak hidup layak juga," kata seorang perempuan dikutip Senin (4/9/2023).
Menurut keterangan yang disampaikan di Instagram, tiga perempuan itu awalnya berusaha kabur ke luar kota. Namun, usaha mereka gagal dilakukan.
Tiga perempuan itu juga membacakan pernyataan yang berisikan janji untuk tidak memelihara kucing. Mereka juga diminta bertanggungjawab untuk membiayai pengobatan kucing.
Apabila tidak dilakukan, mereka bersedia untuk diproses ke jalur hukum.
Sementara untuk kucingnya akan diurus oleh komunitas pecinta kucing.
"Untuk kucingnya nanti akan di-adopt oleh salah satu catlovers Kota Padang dan besok akan kita cek ke dokter hewan," demikian keterangan yang disampaikan.
Viral di Media Sosial
Baca Juga: 5 Manfaat Memelihara Kucing bagi Kesehatan Manusia, Cat Lovers Harus Tahu!
Tiga wanita di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), tertawa terbahak-bahak usai mencekoki minuman keras ke kucing. Aksinya kemudian direkam dan videonya viral di media sosial.
Video tiga wanita melakukan kejahatan ke hewan ini diunggah oleh akun Instagram @matarakyat_sumbar. Video tersebut berdurasi 23 detik.
Sebelum mencekoki minuman keras, kucing ras ini juga diangkat lalu diayun-ayunkan dengan memegang kedua kaki kucing. Ketiga wanita ini kemudian tertawa dengan keras.
Aksinya dilakukan di salah satu kamar. Setelah puas mengayunkan kucing, mereka memberikan berupa cairan dari botol diduga minuman keras.
Kucing tersebut lalu dipaksa membuka mulut dan meminum cairan itu. Ketiga wanita kembali tertawa dengan keras setelah puas melakukan aksinya.
Berita Terkait
-
Aksinya Curi Mobil Boks di Jakbar Viral, Pelaku Preteli Sasis-Cabin untuk Dijual
-
Viral Pemain Persib Diduga Dilempari Botol Minuman oleh Suporter Persija
-
3 Wanita di Bukittinggi Ngakak Bareng usai Cekoki Kucing Minuman Keras
-
Video Lift Resort di Ubud Jatuh Terekam CCTV, Tewaskan 5 Karyawan
-
5 Manfaat Memelihara Kucing bagi Kesehatan Manusia, Cat Lovers Harus Tahu!
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi