Pasangan bakal calon presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mulai melakukan safari politik. Dalam salah satu pidatonya, pasangan ini membahas soal trah keluarga yang mereka miliki yaitu status Anies yang merupakan cucu AR Baswedan dan Cak Imin cucu KH Bisri Syansuri.
Cak Imin menyebut bahwa Anies Baswedan yang merupakan cucu dari pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia, AR Baswedan, berkomitmen untuk membela bangsa negara.
Cak Imin mengatakan, "Mas Anies juga cucu dari pejuang kemerdekaan bangsa kita, Pak Ar Baswedan, yang berkomitmen membela bangsa negara. Terus berjuang memerintahkan sengitnya untuk tidak pernah lelah mencintai serta memajukan bangsa Indonesia. Sama seperti saya, saya cucu cicit Almukarrom Bisri Syansuri, yang juga berjuang untuk kemerdekaan bahkan menjadi Kepala Staf Markas Ulama di Surabaya ini untuk menjadi posko pengusiran para penjajah."
Disinggung Cak Imin, lantas siapakah AR Baswedan, kakek Anies Baswedan? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Profil AR Baswedan
AR Baswedan atau Abdurrahman Baswedan merupakan seorang pahlawan nasional. Ia pernah berperan penting dalam usaha meraih kemerdekaan dengan menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Abdurrahman Baswedan lahir pada 9 September 1908, ia menginisiasi para pemuda berdarah Arab untuk mengikrarkan Sumpah Pemuda Keturunan Arab di Semarang setelah mendirikan Persatoean Arab Indonesia (PAI). Gerakan tersebut terinspirasi dari peristiwa sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928.
Di era revolusi, AR Baswedan menyiapkan gerakan pemuda keturunan Arab untuk bertarung melawan Belanda. Mereka yang terpilih kemudian dilatih dengan semi militer di barak-barak. Mereka juga dipersiapkan secara fisik untuk bertempur. AR Baswedan diketahui juga pernah ditahan pada masa pendudukan Jepang.
Menjelang kemerdekaan Indonesia, AR Baswedan menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Bersama dengan para pendiri bangsa lainnya ia terlibat aktif dalam menyusun UUD 1945.
Baca Juga: Kronologi Versi Cak Imin Dikudeta Pihak Gus Dur, Ini Cerita Lengkapnya
AR Baswedan pernah mengemban misi diplomatik ke Mesir untuk meraih pengakuan de jure dan de facto atas kemerdekaan Indonesia. Atas jasanya tersebut, Mesir pun menjadi negara pertama di dunia yang mengakui adanya Kemerdekaan Indonesia.
Pada masa kemerdekaan, AR Baswedan sempat masuk ke dalam kabinet yaitu sebagai Wakil Menteri Muda Penerangan RI pada Kabinet Sjahrir. Ia juga pernah menjadi bagian dari Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), Anggota Parlemen, dan Anggota Dewan Konstituante.
Berdasarkan keterangan dari Anies Baswedan, usulan pemberian gelar pada Abdurrahman Baswedan sudah ia ajukan sejak tahun 2010 lalu bersama dengan delapan nama lain oleh Yayasan Nasional Building yang dipimpin oleh Edi Lembong.
Namun, Presiden SBY memutuskan hanya dua saja nama yang akan diberi gelar pahlawan nasional, yakni Soekarno dan juga Mohammad Hatta.
Pada tahun 2015, usulan pemberian gelar pahlawan nasional pada AR Baswedan diproses kembali oleh Kementerian Sosial.
Akhirnya, pada tahun 2018, Presiden Jokowi menetapkan AR Baswedan sebagai pahlawan nasional. Keputusan tersebut sudah tertulis dalam Keputusan Presiden Nomor 123/TK/2018 dengan pedoman Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Berita Terkait
-
Kronologi Versi Cak Imin Dikudeta Pihak Gus Dur, Ini Cerita Lengkapnya
-
Usai Cak Imin Hengkang dari Koalisi Indonesia Maju, Yenny Wahid Bakal Bertemu Prabowo Sore Ini di Kertanegara
-
Silang Pendapat Cak Imin Vs Yenny Wahid Soal Kudeta PKB, Mana yang Benar?
-
Beda Reaksi Alissa Wahid dan Yenny Wahid Usai Cak Imin Ngaku Dikudeta Pihak Gus Dur
-
Jejak PA 212 Dukung Anies: Bantu Kemenangan Pilgub DKI, Kini Kecewa Gandeng Cak Imin
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi
-
Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!
-
Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang
-
Tower Provider di Kembangan Roboh Timpa 2 Kontrakan, Polisi Dalami Unsur Pidana Kelalaian Kerja!
-
Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!
-
Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran
-
Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!
-
Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan
-
Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural
-
Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!