Suara.com - Pria asal Cilacap bernama Ashar Suhada alias Harun (31) tega menghabisi nyawa seorang wanita difabel berinisial IM (33).
Adapun Harun akhirnya diringkus Satreskrim Polresta Cilacap pada Kamis (14/9/2023) dini hari sekira pukul 02.00 WIB.
Betapa bejatnya Harun saat melakukan aksinya. Sebab, ia membuang jasad IM di sebuah septic tank alias tangki pembuangan tinja. IM diketahui merupakan sosok warga Desa Sidaurip, Kecamatan Gandrungmangu.
Sontak, timbul pertanyaan siapakah sosok Harun yang tega membunuh wanita difabel itu?
Sosok Harun yang bunuh IM demi kuasai hartanya: Buang jenazah ke septic tank
Kapolresta Cilacap Kombes Pol Fannky Ani Sugiharto mengungkap bahwa motif Harun membunuh korban karena ingin menguasai harta korban. Harun merapmpas barang berharga milik korban seperti ponsel, perhiasan, dan sejumlah uang usai menghabisi nyawa IM.
Diketahui IM merupakan seorang difabel tunawicara dan memiliki keterbatasan dalam komunikasi dengan tetangga sekitarnya.
Adapun IM ditemukan di dalam sebuah septic tank belakang rumahnya di Desa Sidaurip, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap pada hari Rabu (13/9/2023) dini hari.
Harun diketahui merupakan tetangga korban di Desa Sidaurip. Harun masuk paksa ke dalam rumah IM pada Sabtu (9/9/2023) malam. Harun kala itu ingin mengambil barang berharga milik korban seperti ponsel, perhiasan, dan sejumlah uang.
Baca Juga: 5 Fakta Pembunuhan Wanita Difabel di Cilacap: Mayat Dibuang di Septic Tank
Aksi Harun kemudian tertangkap basah oleh IM yang sontak terbangun mendengar suara berisik. Harun akhirnya panik dan berusaha membekap IM untuk menutupi jejak jahatnya.
Tak hanya membunuh, Harun bahkan sempat melakukan pemerkosaan terhadap IM usai melihat pakaiannya tersingkap. Harun juga membacok IM hingga tewas dalam aksinya itu.
Kombes Fannky Ani mengungkap bahwa Harun jauh hari telah merencanakan aksi jahatnya itu. Harun telah mengamati gerak-gerik IM beberapa hari sebelum aksinya untuk mendukung aksinya berhasil.
Kronologi aksi Harun terungkap
Aksi Harun terungkap dari penemuan jenazah IM di sebuah tangki pembuangan tinja.
IM ditemukan oleh tetangganya bernama Rubangi yang kala itu sedang mencari korban. Ia menjelaskan korban ditemukan pada Rabu (13/9/2023) dini hari pada pukul 01.30 WIB di septic tank belakang rumahnya.
Berita Terkait
-
5 Fakta Pembunuhan Wanita Difabel di Cilacap: Mayat Dibuang di Septic Tank
-
Siswa SMAN 1 Maos Cilacap Doni Aditya Febriyanto Dipanggil ke Timnas Indonesia U-17
-
Kuasa Hukum Korban Bantah Percekcokan Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta dengan Pelaku Pembunuhan
-
Rekonstruksi Pembunuhan Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, 22 Adegan Diperagakan di Tiga Lokasi
-
Tabiat Berbohong Nando Diduga Jadi Pemicu Keributan dengan Mega yang Berujung Pembunuhan Sadis
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
BMKG Prediksi Jakarta Kian Gerah pada September-Oktober Akibat Musim Kemarau dan El Nino
-
Wali Kota Bekasi Telepon Langsung Pramono, Minta Subsidi Transjabodetabek Tak Dipangkas
-
Harga Pertamax Melonjak, Pemerintah Sedang Rumuskan Stimulus bagi Masyarakat
-
Ketidakhadiran Andrie Yunus di Sidang Berujung Kritik Hakim: Dinilai Lecehkan Pengadilan
-
Pertamax Naik Tajam, DPR Prediksi Inflasi Nasional Ikut Terdorong
-
Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Mufti PDIP Kritik Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat?
-
Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Pemerintah Mulai Realistis Kurangi Beban APBN
-
Setahun Berjalan, Prof Nuh Soroti Dua Aspek Utama dalam Evaluasi Sekolah Rakyat
-
Mengapa Lahan Basah Kecil Perlu Diperhitungkan dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim?
-
Mensos Gus Ipul dan Kepala KSP Bahas Perkembangan Program Sekolah Rakyat