Suara.com - Kebakaran terjadi di Museum Nasional atau Museum Gajah yang berada di kawasan Gambir, Jakarta Pusat pada Sabtu (16/9/2023) malam. Penyebab kebakaran diduga karena korsleting arus listrik dari bedeng proyek renovasi. Upaya pemadaman api dilakukan oleh 52 personel dan 13 unit mobil pemadam kebakaran.
Tak lama kebakaran yang terjadi di Museum Nasional pun telah padam sepenuhnya, baik di bagian depan maupun belakang gedung museum. Dikabarkan ada 4 ruangan terbakar dan ruangan pameran tempat penyimpanan barang-barang bersejarah. Simak sejarah Museum Nasional yang alami kebakaran berikut ini.
Sejarah Museum Nasional
Museum Nasional telah lama berdiri di Indonesia, bahkan dilaporkan sebagai museum tertua dan pertama di ASEAN. Dikutip dari laman resmi Museum Nasional, museum ini sudah berdiri sejak zaman kolonial Belanda.
Cikal bakal museum Nasional berawal dari berdirinya lembaga penelitian Batavia bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG) pada 24 April 1778.
Lembaga itu bertujuan memajukan penelitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan di Belanda pada masa itu. Seorang pendiri lembaga itu yakni JCM Radermacher, menyumbangkan sebuah rumah miliknya di Jalan Kalibesar yang ketika itu adalah kawasan perdagangan penting di Batavia.
Dia juga menyumbangkan sejumlah koleksi benda budaya dan buku yang kemudian jadi cikal bakal berdirinya museum serta perpustakaan. Dikarenakan koleksi yang semakin penuh, kemudian diinisiasikan pembangunan gedung baru untuk digunakan sebagai museum yang berlokasi di jalan Majapahit nomor 3.
Sekarang di tempat itu berdiri kompleks gedung Sekretariat Negara, di dekat Istana kepresidenan. Jumlah koleksi milik BG pun terus meningkat hingga museum di Jalan Majapahit tak dapat lagi menampung koleksinya.
Pada tahun 1862, pemerintah Hindia-Belanda memutuskan untuk membangun gedung museum baru di lokasi yang sekarang yakni Jalan Medan Merdeka Barat No. 12. Akhirnya Museum Nasional pun dibuka untuk umum pada tahun 1868.
Museum Nasional Masa Kini
Ada alasan tersendiri mengapa Museum Nasional dijuluki Museum Gajah. Hal ini karena di halaman depan museum ada sebuah patung gajah perunggu hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang pernah berkunjung ke museum tahun 1871.
Museum Gajah menjadi tempat koleksi penyimpanan ragam benda kuno seperti arca, keris, perhiasan, kain hingga banyak benda kuno lainnya
Museum Nasional juga sering disebut Gedung Arca karena di dalamnya memang banyak tersimpan berbagai jenis dan bentuk arca yang berasal dari berbagai periode. Setelah Indonesia Merdeka, museum ini dikelola oleh Pemerintah Indonesia dan dijadikan sebagai Museum Pusat.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, No.092/ 0/1979 tanggal 28 Mei 1979, Museum Pusat ditingkatkan statusnya jadi Museum Nasional.
Museum ini menyimpan 190.000-an benda bernilai sejarah yang terdiri dari 7 jenis koleksi yaitu Prasejarah, Arkeologi masa Klasik atau Hindu – Budha, Numismatik dan Heraldik, Keramik, Etnografi, Geografi dan Sejarah.
Berita Terkait
-
Ditutup Sementara Akibat Kebakaran, Bagaimana Nasib Pengunjung yang Sudah Memesan Tiket Museum Nasional?
-
5 Fakta Kebakaran Museum Nasional, Dilahap Si Jago Merah Diduga karena Korsleting
-
Museum Nasional Dilalap Si Jago Merah
-
Kebakaran Museum Gajah Diduga Akibat Korsleting
-
Kebakaran Museum Nasional Berhasil Dipadamkan, Setelah Dua Jam Melalap Empat Ruangan di Gedung A
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Update SNBP 2026: Cek Hasil Seleksi Jalur Prestasi Resmi
-
Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan
-
Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2
-
Arus Balik Lebaran 2026 Melandai, Jasa Marga: 2,9 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta
-
Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
-
Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma
-
Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi
-
Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas
-
Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo
-
PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah