Suara.com - Ketua PWI Pusat Atal S Depari memberikan usulan agar Kota Solo menjadi tuan rumah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2024 mendatang. Hal itu disampaikannya di acara Pembukaan Kongres XXV PWI 2023, pada Senin (25/9/2023).
Pada kesempatan itu, Atal Depari menyinggung soal jumlah basis PWI yang kian berkembang menjadi 39 provinsi. Namun dia menyayangkan, Kota Solo belum menjadi tuan rumah peringatan Hari Pers Nasional lagi sampai saat ini.
"Cuman sayang Solo belum lagi jadi tuan rumah HPN (hari pers nasional)," ucap Atal Depari di acara Kongres XXV PWI, dikutip melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (25/9).
Barangkali, kata dia, di tahun 2024 mendatang acara HPN bisa diselenggarakan di Kota Solo. Dia pun meminta izin di hadapan Presiden Jokowi.
"Barangkali tahun 2024 tahun ini bisa kita adakan di Solo, begitu yah Pak Presiden," tuturnya.
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pun menyampaikan jawabannya di sela-sela pidato. Alih-alih menyetujui lokasi tuan rumah HPN di Solo, dia menawarkan opsi lain yaitu di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan.
"Tadi disampaikan Pak Atal mengenai tahun depan di Solo HPN-nya. Saya menawarkan di IKN," ujar Jokowi.
Selain itu, dia juga mempersilahkan untuk pihak penyelenggara memilih kedua opsi tersebut. Dia menambahkan, di IKN juga sudah terdapat hotel yang dipastikan sudah beres di tahun 2024 mendatang.
"Silahkan dipilih, hotelnya juga sudah jadi di sana nanti," imbuhnya.
Baca Juga: Tak Masalah Dikritik Media Sekeras Mungkin, Jokowi: Jadi Jamu Sehat Buat Pemerintah
Meski begitu, dia mengatakan pesan untuk ketua PWI Solo agar tidak menyampaikan hal tersebut pada Wali Kota Solo. Dengan nada gurauan, Jokowi mengaku takut mendapatkan kemarahan dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming.
"Tapi nanti jangan ketua PWI Solo menyampaikan ditarik ke IKN, wali kota-nya marah dengan saya nanti," pungkasnya.
Kontributor: Ayuni Sarah
Berita Terkait
-
Pesan Jokowi Soal Rempang ke Jajarannya: Kedepankan Kepentingan Masyarakat
-
Megawati Soal Cawapres Ganjar: Bicara dengan Jokowi, Minta Pentunjuk Tuhan hingga Dengar Masukan Parpol Koalisi
-
Kaesang Resmi Gabung PSI, Gibran Enggan Menanggapi
-
Projo Umumkan Nama Capres di Rakernas Pekan Awal Oktober 2023, Jokowi Bakal Hadir
-
Jokowi Rapat Soal Rempang di Istana, Hasilnya: Tak Ada Penggusuran Tapi Penggeseran
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta
-
Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!
-
Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!
-
Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI
-
Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik