News / Internasional
Selasa, 10 Oktober 2023 | 08:15 WIB
Roket yang ditembakkan militan Palestina dicegat oleh sistem rudal pertahanan Iron Dome Israel di Kota Gaza, Palestina, Sabtu (7/10/2023). [Mohammed ABED / AFP]

"Milisi Hamas menembakkan dulu sebuah roket, kemudan mereka menyerbu peternakan kami. Saya berlari, dan sembunyi di kamar tidur," kata Udomporn Champahom kepada BBC.

Udomporn kemudian diselamatkan pasukan Israel.

Kata dia, seorang warga Thailand yang bersamanya saat ini sedang tahap pemulihan akibat luka tembak "sebesar tutup botol" di kakinya.

10 Mahasiswa Nepal Tewas

Pemerintah Nepal mengonfirmasi pada Minggu (8/10/2023) lalu, sebanyak 10 mahasiswa tewas saat sedang berada di Israel untuk bekerja dan memperoleh keterampilan dari sebuah perusahaan pertanian.

Salah satu korbannya adalah Rajesh Kumar Swarnakar, 27 tahun. Keluargnya kini sedang berkabung di desa mereka, Madhuwan di Distrik Sunsari bagian timur.

Rajesh adalah mahasiswa pertanian tingkat akhir, yang bercita-cita meneruskan studinya di Australia, kata saudaranya, Mukesh, kepada BBC Nepal.

"Saya tidak setuju dengan kepergian adik saya ke Israel. Tapi dia berkeras pada kami, bahwa dia telah menerima beasiswa, dan mengatakan pada kami, bahwa dia punya uang tabungan untuk mendaftar ke Australia setelah menyelesaikan programnya di Israel."

Ayahnya, Raj Raj Kumar Swarnakar, merasa pihak berwenang Israel telah lalai dalam mengirim putranya untuk mengikuti pelatihan di daerah rawan konflik.

Baca Juga: Kronologi Pasukan Hamas Bobol Pertahanan 'Kubah Besi' Israel Di Hari Sabat Yahudi

Sebanyak 265 pelajar Nepal juga bekerja di berbagai bidang pertanian di Israel, dan 4.500 lainnya bekerja sebagai pengasuh.

Kepolisian Israel juga menginformasikan kepada Kedutaan Nepal, bahwa seorang warganya telah hilang, dan empat lainnya mengalami luka - salah satunya luka berat.

Secara terpisah, India mengatakan bekerja "secara aktif" untuk membawa kembali warganya yang berada di Israel. Menurut laporan media, sekitar 18.000 warga India tinggal dan bekerja di negara itu.

Ada juga sekitar 6.000 warga China yang bekerja di sektor konstruksi di Israel melalui kerja sama bilateral.

BBC belum mendapat laporan mengenai adanya korban jiwa dan penculikan dari negara-negara tersebut.

Pada Mei tahun ini, Kedutaan China di Israel telah memperingatkan kepada warganya untuk waspada dan menghindari "wilayah risiko tinggi" setelah seorang warga China mengalami luka dalam baku tembak tentara Israel dan kelompok milisi Hamas.

Load More