Suara.com - Polisi menangkap Warga Negara Asing (WNA) Korea Selatan (Korsel) berinisial KH terkait tewasnya petugas Imigrasi di Apartemen Metro Garden, Parung Jaya, Karang Tengah, Tangerang. Pelaku ternyata pernah ditahan selama tiga tahun di rumah detensi Imigrasi (Rudenim).
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menyebut KH saat itu ditahan di Rudenim karena melakukan pelanggaran Imigrasi.
"Pelaku juga pernah ditahan di Rumah Detensi Imigrasi Jakarta Barat selama tiga tahun," kata Hengki di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/10/2023).
Selain itu, kata Hengki, KH juga sempat dideportasi. Namun kemudian kembali ke Jakarta dengan dokumen lengkap.
"Dideportasi kemudian kembali ke Jakarta tapi dengan dokumen lengkap," ungkapnya.
Libatkan Gegana
Sebelumnya KH ditangkap di Apartemen Metro Garden terkait tewasnya petugas Imigrasi berinisial TS yang terjatuh dari lantai 19. Proses penangkapan berjalan alot hingga pihak kepolisian sampai menerjunkan tim Gegana Brimob Polri.
Hengki juga menyebut KH sempat mengancam satpam apartemen dengan senjata tajam.
"Kemudian mengurung diri di dalam sehingga kita datangkan tim negosiasiator kemudian dari Gegana karena kita tidak tahu selain senjata tajam ada apa tadinya di dalam," jelasnya.
Baca Juga: Ancaman Perang! Korsel-AS Siap Lakukan Serangan Jika Korea Utara 'Panaskan Nuklir'
Upaya penangkapan KH berlangsung sejak pukul 03.00 hingga pukul 08.00 WIB. KH berhasil ditangkap usai bernegosiasi dengan perwakilan Kedutaan Besar atau Kedubes Korsel.
Kekinian penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap KH. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami penyebab pasti tewasnya TS.
"Apakah ini merupakan terkait dengan pembunuhan, atau homicide atau apakah bunuh diri, apakah kecelakaan dan sebagainya masih dalam penyelidikan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Gegana sampai Turun Tangan! WN Korea Ditangkap Buntut Petugas Imigrasi Tewas di Apartemen Kawasan Tangerang
-
Bek Lagi, Media Korsel Bocorkan Satu Pemain Keturunan yang Diinginkan Shin Tae-yong untuk Bela Timnas Indonesia
-
Ancaman Perang! Korsel-AS Siap Lakukan Serangan Jika Korea Utara 'Panaskan Nuklir'
-
Gus Iqdam Ungkap Perlakuan Buruk Petugas Imigrasi Bandara Soetta, Kantor Imigrasi Buka Suara
-
Bahas Mitigasi Bencana, Wali Kota Bontang Basri Rase ke Korsel
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Aziz Yanuar Ungkap Noel Ajukan Penahanan Rumah untuk Uji Konsistensi Penegakan Hukum
-
Diduga Langgar Etik, Pimpinan KPK Resmi Dilaporkan ke Dewas Buntut Tahanan Rumah Gus Yaqut
-
DPR Usul WFH ASN Digelar Rabu, Hindari Efek Libur Panjang
-
Di Tengah Blokade Iran, Malaysia Dapat Jalur Khusus Lewati Selat Hormuz
-
Dana Iklim dan Rehabilitasi Hutan di Kalimantan: Bisakah REDD+ Beri Dampak Jangka Panjang?
-
Istri Richard Lee Diperiksa Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Masih Berjalan
-
DPR Ingatkan Pemerintah: Sekolah Tatap Muka Lebih Efektif Dibanding Wacana Belajar dari Rumah
-
Negara Diminta Tak Lagi Lunak ke Perusahaan: THR Tak Dibayar, DPR Dorong Dipidanakan!
-
Amankan FIFA Series 2026 di GBK: Ribuan Personel Jaga Ketat Ring 1 hingga Jalur Kedatangan
-
Usai Blusukan, Prabowo Perintahkan Pembangunan Hunian Layak untuk Warga Pinggir Rel Senen