Suara.com - Viral video aksi penjarahan dan kerusuhan yang terjadi di negara tetangga Indonesia, Papua Nugini. Pada video yang beredar luas di laman sosial media Instagram, tampak chaos terjadi di Papua Nugini.
Seperti pada video unggahan akun Instagram @borneostreetid yang bersumber dari Akun Youtube AFP News Agency, terlihat massa menjarah toko dan mengambil sejumlah makanan dan barang.
Selain itu, massa juga merusak sejumlah bangunan dan terjadi aksi pembakaran di sejumlah titik. Menariknya, sejumlah komentar netizen justru banyak yang kemudian mempersalahkan Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terkait kerusuhan di Papua Nugini.
Baca Juga:
Bangga Terhadap Penampilan Ganjar saat Debat, Alam Langsung Kena Ulti: Ajarin Bapak Lo Sopan Santun!
"Para entitas tak dikenal: woy menteri Pertahanan nya ngapain aja!!!" tulis akun @arte***
"Jokowi ngapain?" sambung akun @rich***
"gara2 cak mimin lupa beli alutsista," timpal akun @bursa***
"Menhan sama presiden ngapain sih kok bisa rusuh gitu," tulis akun @iams****
"Menteri pertahanan sibuk joget bukannya ngurus keamanan," ungkap akun @nao***
"Bodo amat.indonesia semakin kacau sejak Jokowi menjabat.jika hidup di Papua sudah makmur gak bakal terjadi seperti itu," tulis akun @iays***
Sontak saja sejumlah komentar ini kemudian dibalas netizen lain yang menerangkan bahwa Papua Nugini bukan bagian dari negara kesatuan republik Indonesia (NKR).
Ada juga netizen yang kemudian menyebut komentar yang kaitkan Jokowi dan Prabowo dengan kerusuhan di Papua Nugini berasal dari pendukung paslon capres tertentu.
"Kejadiannya di Papua Nugini yang di salahkan pemerintah Indonesia , pentingnya belajar membaca bukan cuman tau nonton debat. Menhan sama presiden jadi sasaran mungkin 01/03 ini," balas komentar @fari****
Berita Terkait
-
Diserang Isu Alutsista Bekas, Wamenhan Sebut Prabowo Cetak Sejarah dengan Membeli 42 Pesawat Tempur Baru
-
Partai Berkarya Resmi Jatuhkan Dukungan Ke Prabowo-Gibran
-
Digadang-gadang Bakal Moncer, Sebaliknya Pengamat Justru Sebut Khofifah Tak Banyak Dongkrak Elektabilitas Prabowo
-
Ucapan 'Goblok' Prabowo Dibalas Anies: Tak Usah Menjelekkan Lawan Setelah Debat
-
Para Nelayan Kunjungi Kediaman Prabowo, Ramai-ramai Video Call Keluarga di Rumah
Terpopuler
- 5 Sepatu Jalan Kaki untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantalan Nyaman Bisa Cegah Nyeri Sendi
- 5 Mobil Bekas Blue Bird yang Banyak Dilirik: Service Record Jelas, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 7 Sepatu Sandal Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Empuk Banget!
- Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Kemendagri Gandeng Lion Group Percepat Pemulihan Pemerintahan Aceh Tamiang
-
Dinas SDA Jakarta Bangun Tanggul Darurat di Lima Kawasan Rawan Tergenang Rob
-
Mendagri Minta Praja IPDN Terapkan Ilmu Pemerintahan Selama Bantu Daerah Bencana
-
Mendagri Lepas Praja IPDN, Bantu Percepat Pemulihan Pemerintahan dan Layanan Publik di Aceh Tamiang
-
Hina Penumpang dengan Kata Kasar, Sopir Jaklingko di Jaktim Dipecat
-
Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Digugat ke MK, Mahasiswa Nilai Berpotensi Kriminalisasi Kritik
-
KUHP Baru Resmi Berlaku, Ini 5 Fakta Penting Pasal Kumpul Kebo yang Wajib Diketahui
-
UU Darurat Amnesti - Abolisi Digugat ke MK, Dinilai Beri Celah Kekuasaan Berlebih ke Presiden
-
Ancol Donasikan 10 Persen Penjualan Tiket Malam Tahun Baru ke Korban Bencana Sumatra
-
5 RT di Kepulauan Seribu Masih Terendam Banjir Rob Setinggi 20 Cm