Suara.com - Erick Thohir mengunggah video dengan durasi beberapa detik. Tepatnya 52 detik di akun TikToknya.
Dalam video tersebut, pria yang lahir 30 Mei 1970 itu membahas soal Prabowo Subianto. Di awal video, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu menyinggung soal omon-omon.
Untuk diketahui, omon-omon disampaikan Prabowo saat debat calon presiden (Capres) beberapa waktu lalu. Kala itu, Prabowo membalas pernyataan dari Anies Baswedan.
"Apakah Indonesia bisa berkembang kalau pemimpinnya hanya omon-omon?," tanya Erick, disadur Selasa (16/01/2024).
Menurut Erick, dalam melaksanakan tanggung jawab negara ada hal yang ia yakini dan dijadikannya prinsip. Khususnya, menjaga keseimbangan antara idealisme dan realitas.
Ia menyadari, Prabowo bukanlah sosok semacam itu. Khususnya, dalam hal kesejahteraan prajurit TNI.
"Mengapa? Karena beliau memulai karir militer dari tingkat terendah. Menjadikannya sosok yang paling memahami kesulitan yang dihadapi oleh prajurit TNI," jelasnya.
Ia juga menyinggung soal kerusakan kronis yang ia perbaiki dengan Prabowo di Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).
Ia menyebut, ada korupsi yang terjadi di sana dan diperbaiki olehnya serta capres nomor urut 2 tersebut. Nilainya pun mencapai puluhan triliun rupiah.
"Saya masih ingat ketika Pak Prabowo dengan tegas bersama saya memperbaiki kerusakan kronis di ASABRI, akibat tindakan korupsi yang merugikan negara hingga hampir Rp 23 triliun," bebernya.
Ia menegaskan, semua itu dilakukan Prabowo tanpa omong kosong. Tak ada janji manis dan langsung sesuai realita.
Di situ Erick memuji gaya kepemimpinan Prabowo yang dianggap kuat dan logis baginya. Ia mengaku, itulah sosok Prabowo yang ia kenali.
"Semua ini dilakukan oleh Pak Prabowo tanpa omong kosong. Bukan hanya janji manis yang seringkali tidak realistis. Melainkan berdasarkan kepemimpinan yang kuat dan logis. Inilah sosok Bapak Prabowo Subianto yang saya kenal," lugasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Berharap Maruarar Sirait Gabung Usai Tinggalkan PDIP, TKN: Ayo Bung Ara Ini Sebuah Kehormatan
-
Acuhkan Gerakan Kaku Bobby Nasution, Paras Kahiyang Saat Joget Gemoy Curi Perhatian: MasyaAllah Cantik Banget
-
TKN Minta Pasukan Gemoy Lakukan Ini untuk Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran Demi Hemat Rp 27 T
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta