Suara.com - Politisi PDIP Bambang Pacul Wuryanto kembali menyebut istilah 'korea-korea' yang ia populerkan beberapa waktu lalu. Istilah korea populer setelah Pacul rapat kerja komisi III DPR RI dengan eks Menkopolhukam Mahfud MD dan kepala PPATK Ivan Yustiavandana beberapa waktu lalu.
Istilah 'korea-korea' ini kembali diangkat oleh Bambang Pacul saat jadi bintang tamu di kanal Youtube Total Politik dengan tema 'Membilas Pengaruh Jokowi Untuk Prabowo di Kandang Banteng | Kongkow Bambang Pacul Wuryanto'.
Bambang Pacul sempat ditanya apakah sosok Presiden Jokowi termasuk 'korea-korea' yang ia populerkan?
Baca Juga:
- Dorothea Eliana Indah Wanita yang Setia pada Si Gembel Kolektif Absolut Adian Napitupulu
- GKR Bendara Putri Sultan Jogja Jajan di Gerobak Angkringan, Tingkahnya Menjadi Sorotan Publik
- Survei LSI Prabowo-Gibran Tertinggi di Jabar, Anak Jokowi Puji Keras Keras Sosok Ini
- PSI dan Empat Partai Lainnya Dicoret dari Peserta Pemilu di Jateng, kalau Dapat Suara Tak Akan Dihitung
"Wah ini berat. Heh, saya mau nanya sama dikau, kalau bahasa Inggrismu tidak terlalu lancar, berani gak kau jadi Presiden? berani gak? Ora wani, mboten wantun. Lha ini berani, bos. Dari titik itu saja, He is Korea, 100 persen Korea" ucap Pacul seperti dikutip, Jumat (2/2).
"Siapa yang percaya dulu dia Presiden. Ketika ketemu sama si wali kota (Jokowi). Wah kurus, kelihatan kaya orang gak berpunya. Kan gitu. Wah lentingannya (karier politiknya) lewat PDI, sing sing crot," tambah Pacul.
Lebih lanjut, Pacul kemudian menjelaskan soal bagaimana seseorang bisa mendapatkan power dengan banyak cara. Ia kemudian mengatakan lihat saja foto Jokowi dulu, pasti duduknya di tengah.
"Itu contoh, did it of power. Carilah foto bapak satu itu, pasti duduknya di tengah. Ketika masih muda juga begitu," sambungnya.
Pacul juga menjawab pertanyaan apakah seorang 'korea' akan mau meletakkan jabatannya dengan soft landing?
"Korea susah soft landing bos. Lha kok disuruh landing, memang private jet. Kalau private jet mau landing. Kalau korea sejati mana mau bos. Lha wong dia itu pecinta kehidupan, bullshit of happines," jawabnya.
Ucapan korea disampaikan Bambang Pacul saat rapat DPR RI dengan Mahfud MD membahas UU Perampasan Aset pada April 2023. Saat itu Pacul mengatakan bahwa DPR tidak bisa berbuat apa-apa, hanya patuh pada juragan.
"Ini korea korea ini nurut sama bosnya masing-masing," katanya sambil menunjuk para anggota DPR seperti dikutip.
"Di sini boleh ngomong galak, Pak. Tapi Bambang Pacul ditelpon ibu "Pacul berhenti..!" siap..," sambungnya lagi sambil menirukan sedang bertelpon.
Berita Terkait
-
Kode Keras di Balik Mundurnya Mahfud: Tak Mungkin Saya Lawan Kebijakan Capres yang Didukung Pak Jokowi
-
Jadwal Piala Asia 2023 Hari Ini: Tajikistan vs Yordania dan Australia vs Korea Selatan
-
Situasi Politik Indonesia Dinilai Membahayakan, Belum Rampung Pelanggaran HAM Muncul Lagi Politik Kronisme
-
Baru Putuskan Resign dari Kabinet Jokowi Jelang Pencoblosan, Mahfud: Itu Soal Pilihan Saja
-
Kunjungan Presiden Jokowi ke Daerah, Publik Malah Salfok Orang di Atas Gedung, Sniper?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru