Suara.com - Sosok ajudan capres nomor urut 1 Prabowo Subianto, Mayor Teddy kerap jadi perhatian publik. Semua gerak-gerik mantan ajudan Jokowi itu selama mendampingi Prabowo di kontestasi Pilpres 2024 selalu jadi perbincangan.
Pada kampanye akbar Prabowo-Gibran yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pekan lalu, Mayor Teddy viral lantaran membopong seorang wanita yang pingsan di tengah massa.
Selain aksinya itu, beredar juga video detik-detik saat Mayor Teddy melotot ke arah Prabowo Subianto. Hal itu terjadi di momen saat Prabowo dikerubungi massa.
Di dalam video terlihat Prabowo menyapa para pendukungya, terlihat ada sosok mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar serta ketua umum Partai Gelora Anis Matta.
Dua tokoh politik itu terlihat terhempit oleh barisan massa saat menyalami Prabowo. Prabowo yang melihat Anis Matta terdorong-dorong kemudian menariknya.
Prabowo dengan cukup keras mendorong pundak Mayor Teddy agar tidak menghalangi jalan Anis Matta. Sontak Mayor Teddy langsung bereaksi menoleh mencari siapa yang berani mendorong pundaknya dengan cukup kencang.
Tahu bosnya yang mendorong dirinya agar Anis Matta keluar dari kerumnan massa, Mayor Teddy pun ikut membantu menarik ketum Partai Gelora itu.
Namun dari video yang diunggah akun Tiktok @chuloocu, terlihat ekspresi mata melotot Mayor Teddy mengarah ke muka Prabowo. Mayor Teddy kemudian menghela nafas panjang melihat Prabowo peluk Anis. Saat itu di video terlihat Prabowo langsung memeluk Anis Matta.
Sontak saja video ini pun membuat netizen ramai memberikan komentarnya. Mereka tentu saja menyoroti mata melotot Mayor Teddy ke arah Prabowo.
Baca Juga: Jelang Pemilihan Umum, TKN Gelar Doa Bersama Kyai dan Habaib di Kertanegara
"Mayor teddy melototin pak prabroro sambil menghela nafas, lucu bgttt woi," komentar salah satu netizen.
"itu pak Anis Matta kedorong MayTed , jadi Pak Prabowo narik Anis biar nggak diseruduk MayTedd," sambung akun lainnya.
"hanya pak prabowo yg bisa mendorong mayor teddy dan begitu juga sebaliknya hanya mayor teddy yg bisa pelototin pak prabowo," timpal akun lainnya.
Berita Terkait
-
Jelang Pemilihan Umum, TKN Gelar Doa Bersama Kyai dan Habaib di Kertanegara
-
Calon Wakil Presiden Mahfud MD Jalan Kaki ke TPS Dusun Sambilegi Lor Maguwoharjo
-
Ganjar Pranowo Akui Semeleh Jelang Pencoblosan Pilpres 2024 Pagi Ini
-
Prabowo Cerita Pengalaman Kampanye 2024 via Tulisan di Media Prancis Atlantico: Rakyat Bercerita Harapan Mereka
-
Ganjar Pranowo Urung Lari Pagi Sebelum ke TPS 11 Untuk Mencoblos, Mengapa?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?