Suara.com - Mantan Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim mengungkap fakta mengejutkan yang terjadi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Apa saja hal yang dianggap buruk tersebut, berikut dirangkum dari hasil perbincangan Lucky Hakim di kanal youtube Macan Idealis:
1. Tabiat 'Buruk' Orang Tua
Mantan Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengungkap praktik kawin-cerai yang menjadi kebiasaan sejumlah orang tua di Kabupaten tersebut.
Fenomena ini menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi pada tingginya angka kemiskinan dan perceraian.
2. Angka Perceraian Tinggi
Menurut Lucky Hakim, pada tahun 2022 saja terdapat sekitar 7700 kasus perceraian di Indramayu.
Angka tersebut mengindikasikan bahwa rata-rata 600-700 wanita menjadi janda dan pria menjadi duda setiap bulannya di wilayah tersebut.
3. Pernikahan Usia Dini
Baca Juga: Innalillahi, Ulama Besar Indramayu Buya Syakur Yasin Meninggal Dunia
Tak kalah mencengangkan, terdapat sekitar 500 pernikahan usia dini setiap tahunnya di Kabupaten Indramayu.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan serius terkait perlindungan anak dan dampak sosial yang mungkin timbul dari praktik tersebut.
"Ada 500-an pernikahan dini setiap tahun," ungkap Lucky Hakim pada tayangan YouTube Macan Idealis
"Ketika sudah menikah maka punya anak, terus anaknya dititipin sama orang tuanya dia pergi ke luar negeri atau pergi ke Jakarta bisa kerja, nanti dia kirimin uang pas kirimin uang untuk orang tuanya lalu dilihat sama tetangganya dan akhirnya cara itu diikuti," kata Lucky.
4. Pendidikan Rendah
Kabupaten Indramayu juga mencatatkan tingkat pendidikan yang rendah, bahkan masuk dalam daftar wilayah dengan tingkat pendidikan terendah di Jawa Barat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan