Suara.com - Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur ditugaskan untuk menjaga Taman Viaduk di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara. Ini dikarenakan dikahwatirkan dijadikan tempat berkumpulnya kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).
"Taman Viaduk Jatinegara sejak Minggu malam (3/3) sudah dijaga oleh petugas Satpol PP dan unsur terkait lainnya. Ini demi menjaga kenyamanan dan keamanan warga sekitar," kata Wali Kota Jakarta Timur M Anwar di Jakarta, Senin (5/3/2024).
Anwar menuturkan jika nantinya ditremukan kelompok LGBT yang tertangkap akan langsung dibawa ke panti untuk dilakukan pembinaan.
Anwar meminta Satpol PP untuk berkoordinasi lintas sektor dalam penanganan LGBT. Koordinasi dengan Kepolisian, Suku Dinas (Sudin) Sosial dan unit terkait lainnya untuk melakukan razia gabungan di sekitar taman tersebut demi menjaga ketertiban umum.
Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur, Budhy Novian, mengatakan pihaknya telah mengerahkan 12 personel untuk melakukan pengawasan Taman Viaduk, Jatinegara.
"Saat ini pengawasan masih pada jam rawan. Mulai pukul 21.00-03.00 WIB setiap harinya," ujarnya.
Kepala Suku Dinas (Sudin) Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur, Djauhar Arifin mengatakan, pihaknya sudah melakukan pencegahan dengan memasang pagar pengaman keliling. Namun masih ada celah untuk masuk melalui pintu sehingga mereka bisa masuk.
"Kami juga akan bersurat ke Sudin Bina Marga agar dilakukan penambahan lampu sorot. Agar taman di malam hari tetap terang dan mudah terpantau," kata Djauhar.
Baca Juga: Heboh! Eks Suami Artis Tembak Rekannya Membabi Buta di Jatinegara, Kini jadi Buronan Polisi
Berita Terkait
-
Kabar Baik! 75.000 Satpol PP Berpeluang Jadi ASN
-
Korban Tolak Permintaan Damai Gathan Saleh Terkait Penembakan di Jatinegara
-
Begini Kondisi Kantor Travel di Jatinegara Pasca Aksi Penembakan oleh Eks Suami Artis Cut Keke
-
Mantan Suami Dina Lorenza dan Cut Keke Tembak Warga di Jatinegara Jakarta Timur
-
Heboh! Eks Suami Artis Tembak Rekannya Membabi Buta di Jatinegara, Kini jadi Buronan Polisi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!