Suara.com - Kisah tak biasa dialami oleh seorang perempuan bernama Bunga, bukan nama sebenarnya. Ia jatuh cinta dengan seorang pria yang memakai jasanya di aplikasi hijau.
Bunga yang secara terang-terangan mengakui profesinya sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) itu mengaku bahwa sang pacar justru kerap membantu dirinya untuk mencari pelanggan.
"Aku juga udah bilang kan kak kalau aku ini seorang PSK, 'kamu masih mau nerima aku?'. Dia bilang 'aku terima kamu apa adanya kok," cerita Bunga, dikutip dari unggahan akun instagram @gosipnyinyir2.
"Dan dia juga ngebantu aku mencari klien-klien," lanjutnya.
Adapun menurut cerita Bunga, dirinya sudah terjun ke dunia porstitusi sejak masih kelas 3 SMA. Alasannya tak lain karena faktor ekonomi.
Bunga terpaksa menjadi PSK demi membiayai pengobatan Ibunya. Bukan cuma itu saja, Ia juga harus membiayai ketiga adiknya.
Semua itu berawal saat Ayahnya meninggal duni dan meninggalkan banyak utang yang harus ditanggung oleh bunga.
"Alasannya itu, bapak aku udah meninggal dan dia ninggalin banyak hutang dan aku harus membayar itu semua," kata Bunga.
"Dan juga, Ibu aku lagi sakit-sakitan juga kak. Aku juga punya adik tiga orang yang harus dihidupi. Jadi aku nggak punya pilihan lain selain menjadi PSK," lanjutnya.
Baca Juga: Pilu! Kisah Seorang Perempuan Jadi PSK Sejak SMA Demi Pengobatan Ibu dan Bayar Utang Ayahnya
Perempuan berusia 21 tahun itu juga secara terang-terangan mengungkap tarif yang dikenakan untuk berkencan dengan dirinya. Rupanya, Bunga membuka harga mulai dari Rp 300 ribu untuk satu kali kencan.
"Per orang tiga ratus ribu. Itu all day long," katanya.
Meski sudah cukup lama terjun ke dunia porstitusi, Bunga mengaku belum pernah melakukan tes kesehatan. Padahal, sudah ada teman satu profesi dengannya yang terkena penyakit menular seksual (PMS).
"Sampai sekarang itu aku belum pernah cek kesehatan. Karena aku nggak punya uang. Kalaupun aku dapat uang, itu aku kasih ke adik-adik aku untuk biaya sekolah. Terus juga bawa Ibu aku ke Rumah Sakit," cerita Bunga.
Berita Terkait
-
Pilu! Kisah Seorang Perempuan Jadi PSK Sejak SMA Demi Pengobatan Ibu dan Bayar Utang Ayahnya
-
Jatuh Cinta Seperti di Film-Film: Sebuah Ulasan Lengkap
-
3 Film Indonesia Garapan Rumah Produksi Imajinari, Film Berkualitas Tinggi!
-
Kini Pilih Gugat Cerai, Ternyata Ria Ricis Jatuh Cinta Pandangan Pertama ke Teuku Ryan Gegara Ini
-
Review Lagu 'Bercinta Lewat Kata' Donne Maula, Kisah Realita tentang Cinta
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup