Suara.com - Tak salah jika Pasar Tanah Abang disebut-sebut sebagai pusat perbelajaan terbesar di Asia Tenggara, lantaran ribuan orang menggantungkan nasibnya di pasar yang letaknya di pusat Ibu Kota Jakarta itu.
Selain banyak pedagang yang menjajakan pakaian hingga makanan, keberadaan kuli angkut barang kerap bisa ditemui di Pasar Tanah Abang. Salah satunya adalah Jaemuri yang mengaku sudah 10 tahun lebih bekerja sebagai kuli di Pasar Tanah Abang.
"Lama juga sih, pokoknya 10 tahun lebih lah," ujar Jaemuri saat ditemui Suara.com di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (28/3/2024).
Saat ditanyai soal pendapatannya, Jaemuri mengaku jumlah pendapatannya itu tidak menentu. Bahkan, dirinya mengaku dalam sehari tidak bisa mendapat uang hingga 50 ribu rupiah.
"Haduh, kalo masalah pendapatan mah gak pasti gak nentu, pokoknya gak pasti aja, enggak sampe Rp50 ribu, paling kalo lagi rame (bisa) ya," kata dia.
Jaemuri mengaku pendapatannya itu kian menurun akibat adanya toko online. Menurutnya para pembeli lebih memilih untuk membeli baju di toko online ketimbang membelinya langsung seperti ke Pasar Tanah Abang ini.
"Kalau sekarang mah susah, kebanyakan yang online belanjanya kan, ada si ada yang beli langsung, cuma gak kayak dulu kan, pokoknya biasa-biasa aja lah ya begini-begini aja lah," jelasnya.
Pendapatannya yang hanya puluhan ribu itu tidak sebanding dengan berat pekerjaannya. Ia mesti membawa 2-3 karung bal pakaian diatas lori yang digunakannya.
Demi mengais rezeki sebagai kuli panggul, Jaemuri mesti bertarung dengan kemacetan di kawasan Tanah Abang setap harinya. Belum lagi cuaca panas khas Kota Jakarta yang sangat menyengat, hal itu dilakukannya demi anak istri yang menunggunya di rumah. (Muhamad Iqbal Fathurahman).
Berita Terkait
-
Mulai Dipadati Pengunjung Pencari Busana Muslim, Jam Berapa Pasar Tanah Abang Tutup di Bulan Ramadhan?
-
Miris! Harga Beras Naik, Nasib Kuli Panggul Tak Berubah: Upah Rp 25 Perak per Karung
-
30 Tahun 'Mengabdi', Kuli Panggul Beras di Cipinang Hanya Digaji Rp 15 Ribu per Ton
-
Kisah Kuli Panggul Beras, Angkut Satu Ton Demi 15 Ribu
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Ketersediaan Hewan Kurban Iduladha 2026 di Jabar Diperkirakan Mencukupi
-
DJKI Selesaikan 119 Pengaduan Perkara Tindak Pidana KI
-
'Pengadilan Jadi Dagelan', Kritik Keras Mahfud MD di 28 Tahun Reformasi
-
Geger! Artis Twisha Sharma Tewas Misterius di Rumah, Diduga Disiksa Suami yang Seorang Pengacara
-
Makin Panas, Makin Banyak AC: Mengapa Kota Tetap Perlu Solusi Iklim Kolektif?
-
Usai Bertemu Xi Jinping, AS akan Berunding Damai dengan Iran usai Idul Adha
-
Diduga Diancam Pakai Pistol dan Disandera, Ilma Sani Polisikan Oknum GRIB Jaya
-
Rumah Sakit Ebola di Kongo Dibakar Keluarga Pasien Terjangkit, Dilarang Bawa Jenazah Keluar RS
-
Tak Cukup Gaji Puluhan Juta? Dirjen Bea Cukai Diduga Terima Suap Rp2,9 Miliar, Terancam Dicopot
-
Banding Ditolak, Eks Sekretaris MA Nurhadi Tetap Mendekam 5 Tahun Penjara