- Mabes Polri tegaskan hubungan AKBP Didik dan Aipda Dianita hanya sebatas kedinasan.
- Polisi bantah isu hubungan spesial mantan Kapolres Bima Kota dengan stafnya.
- AKBP Didik segera jalani sidang kode etik terkait kepemilikan berbagai jenis narkotika.
Suara.com - Mabes Polri menegaskan bahwa tidak ada hubungan spesial antara mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, dan Aipda Dianita Agustina. Hubungan keduanya dipastikan murni sebatas relasi kedinasan antara atasan dan bawahan.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, guna merespons sorotan publik terkait koper putih berisi narkoba yang sempat dititipkan Didik kepada Dianita.
"Sejauh ini, hasil pendalaman menunjukkan hubungan mereka hanya sebatas staf dan pimpinan," ujar Johnny kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).
Pernyataan senada dikemukakan oleh Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Zulkarnain Harahap. Ia menyebut Dianita saat ini masih menjalani pemeriksaan lanjutan di Bareskrim Polri.
"Benar, hubungannya hanya sebatas pimpinan dan staf," tegasnya.
Dalam perkara ini, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri telah menetapkan AKBP Didik sebagai tersangka atas dugaan kepemilikan narkoba.
Pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan dua asisten rumah tangga milik oknum anggota Polri, Bripka IR, dan istrinya, AN. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti sabu seberat 30,415 gram di kediaman pribadi mereka. Hasil interogasi Ditresnarkoba Polda NTB kemudian mengarah pada keterlibatan Kasat Narkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi.
Pemeriksaan lanjutan oleh Bidpropam Polda NTB terhadap Malaungi menunjukkan hasil positif amfetamin dan metamfetamin. Saat penggeledahan, penyidik menemukan lima paket sabu seberat 488,496 gram di ruang kerja serta rumah jabatan Malaungi. Berdasarkan keterangan Malaungi inilah, penyidik memperoleh informasi krusial terkait dugaan keterlibatan Didik.
Tim gabungan Biro Paminal Divpropam Polri dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kemudian menggeledah rumah pribadi Didik di Tangerang pada Rabu (11/2/2026). Di sana, penyidik menyita sabu seberat 16,3 gram, 50 butir ekstasi, 19 butir alprazolam, 2 butir happy five, dan 5 gram ketamin.
Baca Juga: Siapa Aipda Dianita Agustina? Polwan yang Terseret Skandal Koper Narkoba AKBP Didik Putra Kuncoro
Sidang pemeriksaan kode etik terhadap AKBP Didik dijadwalkan akan digelar pada Kamis (19/2/2026) besok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027
-
Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI
-
Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak
-
Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas
-
Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
-
Bukan Pertumbuhan Ekonomi, Riset CORE Bongkar RAPBN 2027 Justru Bikin Anggaran Makin Ketat
-
Diperiksa KPK 7 Jam, Bupati Kuansing Bungkam Soal Selisih Amplop di Meja Raja Juli
-
Dari Dapur Rumah ke Restoran, Bisnis Alumni SisBerdaya Ini Catat Kenaikan Omzet 70%
-
Review Loki Season 2: Dari God of Mischief Menjadi Penjaga Multisemesta
-
Mengantuk Sekejap, Pikap L300 Terjun Bebas ke Sungai di Blitar