- BMKG tetapkan status Siaga cuaca ekstrem untuk sebagian besar wilayah Jabodetabek.
- Waspada banjir dan longsor di Jabodetabek selama periode 17-21 Februari 2026.
- Status Siaga cuaca ekstrem Jabodetabek mencakup Bekasi, Bogor, Depok, dan Jakarta.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang membayangi kawasan Jabodetabek pada Rabu (18/2/2026). Sejumlah wilayah di Jakarta dan kota penyangga kini berstatus Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diprediksi akan mengguyur.
Wilayah yang masuk dalam zona kategori Siaga meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, serta Kepulauan Seribu. Selain ibu kota, status Siaga juga berlaku untuk Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok.
BMKG memprakirakan dampak bencana hidrometeorologi pada level Siaga ini dapat berupa banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor di titik-titik rawan. Fenomena alam tersebut berisiko memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat serta berpotensi mengganggu layanan publik maupun infrastruktur.
Sementara itu, status Waspada dengan intensitas hujan sedang hingga lebat ditetapkan untuk Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang. Area Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Kota Bogor juga diminta tetap berhati-hati karena berada pada level peringatan serupa. Meski demikian, hingga saat ini BMKG mengonfirmasi bahwa status tertinggi, yakni Awas, maupun peringatan dini angin kencang masih terpantau nihil.
Informasi pemutakhiran peringatan dini cuaca ini berlaku secara menyeluruh untuk lima hari ke depan, terhitung mulai tanggal 17 hingga 21 Februari 2026. Masyarakat diimbau untuk proaktif memantau perkembangan situasi melalui kanal resmi atau aplikasi InfoBMKG demi menjaga keselamatan bersama.
Apabila menemukan atau terdampak bencana, warga diharapkan segera melapor secara gotong royong melalui kanal laporan bencana atau memantau PetaBencana.id secara aktual.
"Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem," tulis pihak BMKG dalam keterangan resminya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
DPR Minta Kemendagri Turun Tangan Usai PPPK di Tidore Terancam Dirumahkan
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
DPR Minta Kasus Korupsi Batu Bara PLN Dibuka Tuntas, Bukan Berhenti di Penyitaan Aset
-
Polri Geledah 12 Lokasi Korupsi PLN-Asabri, DPR: Siapa pun Wajib Hormati Proses Hukum!
-
IISAR 2026 Resmi Dibuka, Basarnas Dorong Kolaborasi Global dan Teknologi SAR Hadapi Ancaman Bencana
-
Pengamat: Jika Polri Terus Bungkam, Publik Bisa Menganggap Kasus Jampidsus Sebagai Balas Dendam
-
Polri Belum Pastikan Foto Keluarga di Brankas Rp476 Miliar Milik Febrie Adriansyah
-
Kabar Baik! DPR Janji Kawal Aspirasi Kesejahteraan dan Perlindungan Guru
-
Selain 74 Kg Emas, Polisi Sita Foto Keluarga Jampidsus Febrie Adriansyah di Rumah Mewah Sentul!
-
Tuduh AS Langgar MoU Islamabad, Iran: Ingkar Janji Ada Konsekuensinya