News / Nasional
Rabu, 18 Februari 2026 | 10:40 WIB
Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
  • Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta menyiapkan sekitar 1.500 porsi takjil harian untuk buka puasa Ramadan 1447 H.
  • Setiap hari Kamis, porsi ditingkatkan menjadi 1.700 untuk menyajikan gulai kambing khas masjid tersebut.
  • Pembagian takjil menggunakan sistem sederhana tanpa kupon, didukung rencana penambahan cadangan jika jemaah membludak.

Suara.com - Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta kembali menyiapkan tradisi buka puasa bersama pada Ramadan 1447 Hijriah. Sebanyak sekitar 1.500 porsi takjil setiap hari disediakan untuk melayani jemaah dan masyarakat umum yang hadir.

Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman, Azman Latif, menuturkan jumlah tersebut telah disesuaikan dengan kapasitas serambi masjid yang biasanya sudah penuh saat waktu berbuka tiba.

“Rata-rata 1.500 porsi setiap hari. 1.500 ini sudah penuh di serambi ini,” kata Azman, Rabu (18/2/2026).

Meski demikian, pihak takmir akan menambah jumlah porsi pada hari-hari tertentu yang diprediksi mengalami lonjakan jemaah. Salah satu momen yang paling dinantikan adalah sajian khas gulai kambing yang disuguhkan setiap hari Kamis.

Pada hari tersebut, jumlah porsi ditingkatkan hingga sekitar 1.700 piring untuk mengantisipasi tingginya antusiasme jemaah yang ingin menikmati hidangan legendaris Masjid Gedhe Kauman.

“Memang ada hari-hari tertentu yang lebih besar. Orang kan kadang ingin kalau Kamis itu kita gulai kambing, itu kita sampai 1.700 gitu ya. Itu hari-hari tertentu saja,” paparnya.

Terkait sistem pembagian takjil, Masjid Gedhe Kauman tetap mempertahankan mekanisme sederhana tanpa menggunakan kupon. Jemaah cukup datang, mengambil makanan yang telah disediakan panitia di bagian depan, lalu menempati tempat duduk yang tersedia.

“Mereka datang dan ambil. Kita sudah sediakan di depan, nah ini yang datang langsung ngambil menempati tempat duduk yang sudah disediakan, datang ngambil gitu,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi jika jumlah jemaah melebihi perkiraan, pihak takmir juga menyiapkan cadangan makanan berupa roti atau hidangan lain agar seluruh jemaah tetap mendapatkan bagian.

Baca Juga: Rekomendasi Rute "War Takjil" Sehari dari Tengah ke Selatan Jogja, Ada 4 Titik yang Bisa Dicoba

“Kalau nanti terpaksa kurang, kita akan memiliki cadangan, apakah roti atau apa gitu. Insyaallah semuanya akan mendapat bagian gitu,” imbuhnya.

Selain buka puasa bersama, Masjid Gedhe Kauman juga telah menjadwalkan berbagai rangkaian kegiatan Ramadan lainnya. Mulai dari kuliah menjelang tarawih, ceramah subuh, hingga iktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan.

Azman menyebut para penceramah yang dihadirkan merupakan sosok yang cerdas dalam merespons isu-isu sosial terkini di Indonesia.

“Saya kira [tema] khusus tidak ada. Jadi kita mengikuti alur saja, tapi memang biasanya penceramah-penceramah itu untuk yang di Masjid Gedhe ini akan menyesuaikan dengan kondisi masyarakat sekitar, kondisi Indonesia, itu sudah otomatis,” ungkapnya.

Jemaah Masjid Gedhe Kauman sendiri telah melaksanakan salat tarawih perdana pada Selasa (17/2/2026) malam, menandai dimulainya ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Rabu ini.

Load More