Dia menjabat sebagai staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan proyek di PT Simaxindo Primadaya yang bergerak di sektor kelistrikan setelah bergelar magister.
Ahok juga mendirikan PT Nurindra Ekapersada yang merupakan awal perjalanan dari Gravel Pack Sand (GPS) pada 1992.
Ahok berhenti bekerja di PT Simaxindo Primadaya pada tiga tahun setelahnya sekaligus memilih kembali ke kampung halaman guna mengembangkan usahanya.
Selain kontraktor, ia pun mengembangkan bisnis mengelola pasir kuarsa di Bangka Belitung.
Karir Politik Ahok
Ahok melebarkan sayapnya ke bidang politik dengan bergabung Partai Indonesia Baru (PIB) pada 2004 dan ditunjuk sebagai Ketua DPC PIB Kabupaten Belitung yang menghantarkannya menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung.
Pada 2005, dia bersama Khairul Effendi maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Belitung Timur periode 2005-2010 nan berhasil menang.
Pada 22 Desember 2006, Ahok resmi menyerahkan jabatannya kepada wakilnya dengan memilih maju Pilkada Bangka Belitung pada 2007.
Pada 2009, dia mencalonkan diri sebagai anggota komisi II DPR dari Partai Golkar. Pada 2012, Ahok hengkang dari Golkar dan masuk ke Gerindra guna mencalonkan diri sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta bersama Joko Widodo.
Baca Juga: Mantan Pacar Reino Barack, Koleksi Tas Hermes Sandra Dewi Ternyata Nggak Semahal Punya Syahrini
Baca Juga:
Bisnis Daging usai Cerai dari Ahok, Berapa Penghasilan Veronica Tan?
Membandingkan Ahok vs Heru Budi vs Anies Tangani Banjir Jakarta, Ternyata Ini Sosok Terparah
Pasangan yang diusung oleh PDIP dan Gerindra ini berhasil mengalahkan pasangan lainnya.
Setelah dua tahun menjadi wakil gubernur, Ahok menjadi gubernur pada usia 48 tahun menggantikan Jokowi yang terpilih menjadi presiden dalam Pilpres 2014.
Ahok kemudian maju bersama Djarot Saiful Hidayat maju di Pilgub DKI 2017, tapi kalah yang juga sempat tersangkut kasus penodaan agama yang menuai kontroversi di tahun pemilu tersebut.
Berita Terkait
-
Mantan Pacar Reino Barack, Koleksi Tas Hermes Sandra Dewi Ternyata Nggak Semahal Punya Syahrini
-
Bukan Cuma Sandra Dewi, Deretan Artis Ini Gelar Konsep Pernikahan Seperti Putri Disney: Ada yang Sudah Cerai!
-
Sandra Dewi Putus Kontrak Jadi Brand Ambassador Produk Ini, Buntut Kasus Korupsi Harvey Moeis?
-
Harvey Moeis Korupsi Rp271 T, Pesan Sandra Dewi ke Boy William Disorot Lagi: Apakah Dia Sudah Tahu?
-
Terancam Susul Harvey Moeis Jadi Tersangka, Ini Peran Sesungguhnya Sandra Dewi Atas Kasus Korupsi?
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
-
Festival Bidar Palembang: Tradisi Sungai Musi yang Bertahan Sejak Zaman Kesultanan
-
IHSG 'Kebakaran' Imbas Kabar MSCI, Saham-saham Idola Pasar Mendadak ARB!
Terkini
-
Pengeluaran Masih Nombok, Buruh Jakarta Desak Pramono Anung Revisi UMP 2026 di Depan Balai Kota
-
Siapa yang Mencopotnya? Chiki Fawzi Curhat Diberhentikan Jadi Petugas Haji karena Ada Arahan Atasan
-
Video Pedagang Es Gabus Dihakimi di Jalanan Bikin Geram, Ini 7 Faktanya
-
ICJR: Aparat TNI-Polri yang Paksa dan Intimidasi Pedagang Es Jadul Bisa Dipidana hingga 7 Tahun!
-
Ketua KPK Setyo Budiyanto: 1.916 Laporan Gratifikasi Masuk, Kuantitas Naik tapi Nilai Menurun
-
Suami Jadi Tersangka Usai Kejar Jambret Istri di Sleman, KemenPPPA Soroti Trauma Korban
-
Amukan Badai Salju di New York: 10 Nyawa Melayang, Kota Berstatus Kode Biru
-
Bisa Jadi Pintu Masuk Reshuffle, Kursi Kosong Wamenkeu Bikin Panas Dingin Menteri Lain
-
Ketua KPK Paparkan Statistik Korupsi 2025 di DPR: 116 Perkara Disidik dan 11 Kali OTT
-
Ketua KPK Paparkan Capaian Penyelamatan Aset di Hadapan DPR: Rp1,5 Triliun Kembali ke Kas Negara