Suara.com - Gempa hebat yang mengguncang Taiwan pada Rabu (3/4/2024) pagi mengakibatkan 52 orang hilang dan 93 lainnya terjebak di reruntuhan bangunan yang terdampak di bagian timur Hualien.
Berdasarkan laporan berita TVBS, tercatat ada sembilan warga yang tewas dan melukai lebih dari 1.000 warga.
Gempa yang berpusat di wilayah Hualien tersebut menjadi bencana alam terburuk yag dialami Taiwan sejak 1999 silam. Saat itu tercatat ada 2.400 orang tewas saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 menghantam Taiwan di tengah malam.
Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen telah mengerahkan personel militer ke area yang terdampak melakukan pencarian dan penyelamatan. Selain itu, alat-alat berat berupa ekskavator penggali reruntuhan dikerahkan dilibatkan dalam upaya tersebut.
Sementara itu, Perusahaan Kereta Api Taiwan menyatakan, jalur kereta api antara daerah Yilan dan Hualien, yang ditutup tak lama setelah gempa mengguncang pada Rabu, telah dibuka kembali.
Tak hanya itu, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. juga melanjutkan produksi pada Rabu malam, setelah sempat dihentikan sementara.
Sebelumnya diberitakan, gempa bermagnitudo 7.7 tersebut berpusat terjadi di wilayah Hualien hingga menimbulkan tsunami yang berdampak pada pulau-pulau selatan Jepang.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, kengerian terlihat saat gedung berlantai lima di Kota Hualien tampak rusak berat. Pada bagian lantai satu gedung tersebut terlihat runtuk dan kemiringan gedung berada pada sudut 45 derajat.
Sementara dari ibu kota Taiwan, Taipei, terlihat ubin berjatuhan dari gedung-gedung tua dan di beberapa kompleks perkantoran baru.
Baca Juga: Gedung-gedung Pada Miring, Begini Kondisi Taiwan Usai Diguncang Gempa Besar
Pemerintah setempat terpaksa menghentikan layanan kereta api, maupun bawah tanah. Namun, kegiatan masyarakat tetap berlangsung seperti biasa dan anak-anak tetap bersekolah.
Gempa tersebut diketahui terjadi pada jam 07.58 pagi waktu setempat. Adapun pusat gempa berada sekitar 18 kilometer selatan-barat daya Hualien dengan kedalamannya sekitar 35 kilometer.
Berdasarkan Badan Meteorologi Jepang, 15 menit setelah gempa mengguncang terjadi gelombang tsunami setinggi 30 centimeter di Pantai Pulau Yonaguni. Selain di Pulau Yonagumi, gelombang tsunami kemungkinan juga melanda pantai pulau Miyako dan Yaeyama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris